Matahari Kembali Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Buyback Saham

CNN Indonesia | Sabtu, 27/04/2019 15:32 WIB
Matahari Kembali Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Buyback Saham Ilustrasi. (Yoshi Canopus via Wikimedia (CC-BY-SA-3.0))
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Matahari Department Store Tbk (LPFF) menyiapkan dana Rp1,4 triliun untuk membeli kembali (buyback) saham perseroan. Perseroan akan melakukan buyback sebanyak-banyaknya 10 persen dari modal disetor dan ditempatkan perseroan atau sebesar 291.791.808 saham.

Direktur Legal dan Sekretaris Matahari Department Store Miranti Hadisusilo mengatakan persetujuan buyback saham sebanyak tujuh persen atau setara 204.254.266 saham telah diberikan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Oktober 2018 silam. Saat itu, dana yang disiapkan untuk buyback saham sebanyak-banyaknya Rp1,25 triliun.

Pada hari ini, Jumat (26/4), perusahaan kembali memberikan persetujuan buyback tiga persen atau setara 87.537.542 saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Dengan demikian, total buyback yang akan dilakukan sebanyak-banyaknya 10 persen dari modal disetor dan ditempatkan perseroan atau sebesar 291.791.808 saham.


Perseroan akan mengeluarkan sebanyak-banyaknya Rp1,4 triliun untuk aksi korporasi itu.
"Pembelian kembali saham ini merupakan salah satu bentuk usaha perseroan untuk meningkatkan nilai pemegang saham dan kinerja saham perseroan," katanya, Jumat (26/4).


Sementara itu, harga maksimal buyback dibatasi sebesar Rp13.330 per saham sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 30/POJK.04/2017 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka. Periode buyback diberikan selama 18 bulan atau hingga 25 Oktober 2020.

Miranti menjelaskan perseroan telah menyetujui buyback sebanyak 113.034.800 saham pada periode Oktober 2018 hingga Maret 2019 lewat perizinan buyback pertama. "Untuk harganya di sekitar Rp4.000-Rp 4.100 per saham," tuturnya.

Belanja Rp1 Triliun

Miranti juga menuturkan perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp1 triliun pada tahun ini. Belanja modal ini naik 39,66 persen dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp716 miliar.

Lebih lanjut, ia mengatakan capex tersebut akan dialokasikan secara mayoritas atau sebesar Rp200 miliar untuk pembelian tanah dan konstruksi toko distribusi. Sisanya, akan didistribusikan untuk pembangunan gerai baru, renovasi gerai, pengembangan bisnis merchandise, dan pengembangan saluran omni channel.

[Gambas:Video CNN]

"Kami rencananya akan membuka gerai sebanyak empat hingga enam gerai dan beberapa special store. Namun lokasinya belum ditentukan" jelasnya.

Meski menambah empat hingga enam gerai, ia menyatakan Matahari juga tengah mengkaji penutupan dua gerai. Tahun ini, perseroan mematok pertumbuhan penjualan per toko atau same store sales growth (SSSG) flat atau mendatar hingga low single digit.

Tahun lalu, pertumbuhan SSSG perseroan tercatat sebesar 3,5 persen dari sebelumnya minus 1,2 persen. Sayangnya, ia enggan menuturkan target laba dan pendapatan perseroan.

Pada 2018, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,09 triliun turun 42,5 persen dari laba 2017 yang sebesar Rp1,9 triliun. Sementara itu pendapatan perseroan tahun lalu tumbuh sebesar 2,19 persen menjadi Rp10,24 triliun.

(ulf/agt)