Istana Akui Pemerintah Belum Bisa Tekan Harga Tiket Pesawat

CNN Indonesia | Jumat, 26/04/2019 19:06 WIB
Istana Akui Pemerintah Belum Bisa Tekan Harga Tiket Pesawat Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengakui pemerintah belum bisa menyelesaikan persoalan harga tiket pesawat yang mahal. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak Istana Kepresidenan mengakui bahwa pemerintah belum bisa menyelesaikan persoalan tiket pesawat mahal. Padahal, di sisi lain, pemerintah sebenarnya tahu tarif pesawat yang tinggi tersebut akan memberatkan masyarakat dan membuat inflasi membengkak.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan pemerintah sebenarnya sudah berusaha mencari jalan keluar untuk menurunkan harga tiket pesawat tersebut. Bahkan, pencarian solusi tidak hanya dilakukan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sendiri.

Pencarian solusi juga melibatkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Darmin sampai harus 'turun tangan' karena tarif tiket pesawat tak kunjung turun dalam beberapa bulan terakhir.


Sayangnya, menurut Moeldoko, penyelesaian masalah ini belum juga ditemukan sejak komunikasi kedua menteri berlangsung. Diketahui, Budi Karya sempat menyambangi kantor Darmin untuk membahas masalah ini.


Bahkan, pertemuan lanjutan dijadwalkan pada pekan depan. "Formulanya sudah dibicarakan dengan Menko Perekonomian dan Menhub. Tapi memang kemarin belum ada, karena Menhub perlu mengkomunikasikan dan tegaskan kembali dengan para agen-agen penerbangan," ujar Moeldoko di kantornya, Jumat (26/4).

Meski begitu, Moeldoko mengatakan pihak Istana Kepresidenan menyerahkan masalah ini kepada dua menteri itu. Ia hanya berharap persoalan harga tiket pesawat yang tinggi segera menemukan jalan keluar.

"Mudah-mudahan nanti ada solusi, agar harga relatif baik, tapi perusahaan tidak bangkrut dan customer (konsumen) bisa menikmati dengan nyaman," katanya.

Di sisi lain, Moeldoko berpandangan tarif tiket pesawat sejatinya tidak perlu terlalu murah, meski perlu ada penurunan. Sebab, menurutnya, hal yang terpenting dalam komponen tarif tiket pesawat adalah bagaimana harga yang diterima masyarakat bisa memberikan pelayanan dan jaminan keselamatan yang sepadan.


"Intinya adalah bukan harga yang jadi prioritas. Kalau harga murah, tapi tidak aman dan nyaman itu bagaimana," ungkapnya.

Sebelumnya, Budi Karya membantah berbagai keraguan yang muncul ke kementeriannya akibat persoalan tarif tiket pesawat mahal kini diambil alih oleh Darmin. Menurutnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) justru sudah berusaha melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan masalah ini.

"Bukan (karena Kemenhub tidak mampu selesaikan)," tuturnya.

Namun, Darmin justru mengatakan ia tidak pernah berinisiatif mengambil alih masalah tiket pesawat dari domain Kementerian Perhubungan. Menurutnya, justru Kemenhub yang mengaku kesulitan mengatasi masalah itu, sehingga Budi Karya meminta Darmin untuk ikut mencari solusi atas masalah ini.

"Mereka (Kemenhub) yang menyerahkan soal tiket pesawat ini ke kami. Iseng amat kami (ambil alih soal tiket)," timpal Darmin.

[Gambas:Video CNN] (uli/agt)