Menhub Imbau Masyarakat Gunakan Angkutan Massal saat Mudik

CNN Indonesia | Sabtu, 04/05/2019 05:50 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengimbau masyarakat menggunakan angkutan massal, seperti bus untuk mudik Lebaran 2019. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengimbau masyarakat menggunakan angkutan massal, seperti bus untuk mudik Lebaran 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengimbau masyarakat menggunakan angkutan massal untuk mudik Lebaran 2019. Budi menyebut moda transportasi jenis bus bisa dimanfaatkan masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman.

"Kami mengimbau masyarakat menggunakan angkutan massal. Dalam hal ini selain kereta dan mobil, bis bisa diintensifkan sehingga tekanan pada (moda transportasi lain) bisa berkurang," kata Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (3/5).

Budi meminta masyarakat tak lagi menggunakan sepeda motor untuk mudik Lebaran tahun ini. Ia menyebut angka kecelakaan tinggi selama Lebaran terutama berasal dari pemudik yang menggunakan motor. Menurut Budi, masyarakat sebaiknya mengikuti program mudik gratis.



"Saya sampaikan juga, motor diimbau tidak digunakan. Kami sarankan untuk pakai mudik gratis karena (mudik menggunakan) motor sangat bahaya. 75 persen kecelakaan itu karena motor, tahun lalu turun 30 persen," ujarnya.

Budi mengatakan untuk Lebaran tahun ini, puncak arus mudik akan terjadi pada 31 Mei. Ia pun mengimbau masyarakat berangkat ke kampung halaman masing-masing sebelum atau sesudah 31 Mei. Arus mudik diprediksi mulai 30 Mei sampai 5 Juni 2019.

"Makanya kami mengimbau, mulai lah tanggal 30 pulang, karena 30 libur kan, bahkan 29 malam sudah mulai pulang, itu sepi. Sehingga mereka terbagi di 6 hari itu," ujarnya.


Lebih lanjut, Budi berharap arus mudik lebaran tahun ini akan lebih baik karena sejumlah ruas jalan tol dan infrastruktur bisa diselesaikan. Menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan agar manajemen lalu lintas di jalan tol dan biasa diatur dengan baik.

"Oleh karenanya, kami lebih menekankan bagaimana manajemen waktu di lapangan berlangsung dengan baik dan koordinasi," tuturnya.

Di sisi lain, Budi mengaku mengusulkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar jumlah rest area di ruas jalan tol ditambah. Selain jumlah rest area, Budi turut menyampaikan soal kondisi ruas jalan biasa yang rusak di sejumlah daerah.

"Tapi Kementerian PUPR sudah lakukan tender sehingga akan segera dilaksanakan," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN] (fra/agi)