Cegah Kenaikan Harga, Bulog Impor 215 Ton Daging Kerbau India

CNN Indonesia | Jumat, 10/05/2019 13:55 WIB
Cegah Kenaikan Harga, Bulog Impor 215 Ton Daging Kerbau India Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Palembang, CNN Indonesia -- Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Divisi Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung mengimpor 215 ton daging kerbau beku asal India. hal itu dilakukan untuk menstabilkan harga daging sapi di pasaran saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri 2019.

Kepala Perum Bulog Divre Sumatera Selatan dan Bangka Belitung M. Yusuf Salahuddin mengatakan daging tersebut akan disebarkan ke masyarakat melalui operasi pasar yang dilakukan dua kali sepekan.

Menurut dia, harga daging kerbau yang lebih murah dari daging sapi segar. Dalam kondisi normal, harga daging sapi segar mencapai Rp80 ribu per kilogram (Kg). Sedangkan saat Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, harganya bisa terkerek naik hingga di kisaran Rp120 ribu-150 ribu per Kg. Hal itu yang menjadi pertimbangan untuk menstabilkan harga.

Daging tersebut, ujar Yusuf, akan disebar kepada masyarakat dengan cara operasi pasar dan bazzar. , , Bulog akan menyebar daging kerbau beku impor tersebut ke seluruh wilayah di Sumsel dan Babel dengan menggandeng instansi terkait lain. Hal itu dilakukan dua hari dalam satu pekan. Dalam sehari, operasi pasar dilakukan di tiga kelurahan.


"Hari ini didatangkan 70 ton, kemarin sudah 32 ton. Minggu ini akan kembali didatangkan 30 ton. Selebihnya secara bertahap didatangkan mendekati lebaran," ujar Yusuf, Kamis (9/5).

Yusuf menjelaskan pengiriman daging secara bertahap dilakukan karena Bulog memiliki keterbatasan dalam ruang gudang dan mesin pendingin. Sehingga penyebaran daging akan dilakukan bertahap seraya mendapatkan pasokan baru. Pihaknya pun berencana menyewa lemari pendingin di Pasar Induk Jakabaring Palembang untuk menyimpan daging apabila stok di gudang Bulog sudah menumpuk.

"Stok 215 ton daging kerbau ini akan memenuhi kebutuhan masyarakat. Tahun lalu permintaan dan kebutuhan daging untuk masyarakat sudah Bulog penuhi sebanyak 150 ton. Karena permintaan diprediksi kuat meningkat, kita tambah tahun ini jadi 250 ton. Kita pastikan stok daging kita aman selama Ramadan dan menjelang Lebaran nanti," ujar dia.

Dirinya berujar, tidak ada kekhawatiran masyarakat akan menolak mengonsumsi daging kerbau beku dibandingkan daging sapi segar karena pihaknya sudah melakukan sosialisasi rutin. Yusuf mengklaim masyarakat sudah teredukasi dan mengerti bahwa tidak ada perbedaan antara daging sapi segar yang ada di pasaran dengan daging kerbau.


Saat ini di kawasan Sumsel-Babel, konsumsi daging terbesar terjadi di Kota Palembang yang mencapai 1 ton pada hari normal. Menjelang lebaran, kebutuhan daging di Palembang dan daerah lainnya akan terus meningkat.

"Kami tidak hanya menjual daging kerbau ini di pasar murah atau bazar-bazar yang kami ikuti, melainkan juga masyarakat bisa mendapatkan daging ini langsung di gudang Bulog. Tugas kita menyediakan dan memastikan stok daging ada. Masyarakat tidak perlu kuatir, apalagi terkait harga. Daging sapi bisa terus meningkat harganya, namun daging kerbau ini terjangkau hanya Rp80 ribu per Kg," ungkap dia.


(idz/lav)