Harga Tinggi, DKI Minta Pemerintah Segera Impor Bawang Putih

CNN Indonesia | Senin, 06/05/2019 20:16 WIB
Harga Tinggi, DKI Minta Pemerintah Segera Impor Bawang Putih Ilustrasi bawang putih. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta pemerintah segera merealisasikan impor bawang putih. Mereka sudah mengajukan permohonan impor bawang putih ke Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan agar impor bisa cepat dilaksanakan.

Permohonan diajukan untuk mengatasi kenaikan harga bawang putih di sejumlah wilayah di Jakarta yang belakangan melambung tinggi. Sebagai informasi berdasarkan data di infopangan.jakarta.go.id, harga bawang putih di sejumlah wilayah di Jakarta, harga bawang putih memang mengalami kenaikan cukup tinggi.

DiPasarKebayoran Lama misalnya, pada Senin (6/5) ini harga bawang putih naik Rp18 ribu menjadi Rp68 ribu dibandingkan Minggu (5/5) kemarin. Bahkan di pasar Johar Baru Jakarta Pusat, harga bawang putih tembus sampai dengan Rp100 ribu per kilogram. Padahal pada hari yang sama, di Pasar Induk,Kramat Jati harga per kilogram bawang putih justru hanya Rp29 ribu atau turun Rp19 ribu dibanding hari sebelumnya.
"Saat ini kita sedang menunggu rekomendasi kementerian pertanian agar diterbitkan," kata Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Sri Haryati di Balai Kota, Jakarta, Senin (6/5).



Sri menjelaskan ada delapan importir yang memiliki izin dan siap impor bawang putih. Importir tersebut kini tengah menunggu persetujuan dari pemerintah pusat untuk menjual bawang putih ke DKI.

Setiap importir nantinya bisa menjual bawang putih ke Jakarta sebanyak satu kontainer atau sebesar 20 ton. "Kami koordinasikan Food Station dan kami tugaskan bekerjasama dengan importir itu. Sambil kita koordinasikan dengan Kementerian Pertanian," jelas dia.

Diakui Sri harga Bawang Putih di sejumlah pasar di Ibu Kota sangat fluktuatif. Jika normal, harga Bawang Putih berkisar antara Rp20ribu hingga Rp30 ribu per kilogram sementara harga eceran bisa menyentuh Rp60 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram.

"Tapi di pengecer harganya bisa naik. Ini yang kita sedang intervensi dengan sejumlah operasi pasar yang dilakukan Pasar Jaya," tegas dia.

[Gambas:Video CNN]

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Darjamuni menyatakan untuk mengintervensi kenaikan harga tersebut, pihaknya bersama Dinas Usaha Mikro dan Kecil dan Menengah serta Pasar Jaya dan Food Station akan rutin mengadakan bazar. 

Bazar tidak hanya dilakukan untuk bawang putuh tapi juga untuk bahan pokok lainnya agar harganya tak naik.

Bazar setidaknya akan dilakukan 14 kali selama Ramadan. Dalam bazar, harga bahan kebutuhan pokok akan dijual dengan harga normal.

"Bedanya bisa sampai 50 persen ya. Misalnya di pasar tinggi, di kantor kami jual harga normal," kata Darjamuni.

Sementara institusi lain juga bakal menggalang usaha serupa di sejumlah titik seperti kantor kecamatan maupun lurah. Namun ditegaskan Darjamuni jualan tidak akan dilakukan setiap hari agar tidak mematikan pedagang pasar.

"Kita juga harus tetap menjaga para pedagang yang sudah membeli bahannya. Kalau kita jual murah terus bisa mematikan pedagang. Jadi kita hanya stabilkan," tutup dia.

(CTR/agt)