Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag Tjahya Widayanti meyakini harga bawang putih bisa mencapai target harga yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp32 ribu-Rp35 ribu per Kg dalam dua minggu ke depan.
"Insyaallah minggu ini sama minggu depan (harga bawang putih) sudah turun. Di pasar tradisional paling tidak Rp32 ribu pada minggu ini sama minggu depan lah," katanya di Bintaro, Jumat (10/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bawang putih tersebut berasal dari cadangan bawang putih impor di gudang importir. "Bawang putih kami sudah mengetahui terjadi kenaikan, tapi baru sekarang kami baru bisa meminta ke importir untuk ketersediaan pasokan, dan stabilisasi harga yang kami biasa sebut dengan operasi pasar," jelasnya.
Dengan upaya-upaya tersebut, ia menegaskan tidak ada alasan lagi bagi pedagang mengerek harga bawang putih lantaran pemerintah telah menyediakan pasokan bawang putih.
"Kemarin karena pedagang menyimpan beberapa barang dengan perolehan harga lama yang masih tinggi, kami tolerir sedikit buat mereka. Tetapi setelah itu ia harus jual Rp32 ribu di pasar rakyat," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, bawang putih di pasar ritel modern dijual sebesar Rp35 ribu per Kg. Perbedaan harga ini disebabkan pemerintah lebih mudah mengawasi langsung harga bawang putih di toko ritel modern. Selain itu, rantai pasok di ritel modern lebih pendek dibandingkan pasar tradisional.
Untuk itu, ia memastikan bawang putih di seluruh toko ritel modern di jual pada harga Rp35 ribu. Ia mengaku akan berkoordinasi dengan satuan tugas (satgas) pangan menindak tegas penjual ritel modern yang mematok harga bawang putih di atas Rp35 ribu.
"Kami biarkan nanti aparatur yang menindak," katanya.
Pemerintah sendiri menyiapkan pasokan bawang putih sebanyak 500 ton pada Mei. Bulan depan, ketersediaannya kembali ditambah 500 ton. (ulf/bir)