Perang Dagang akan Hantui Pergerakan IHSG di Awal Pekan

CNN Indonesia | Senin, 13/05/2019 06:15 WIB
Perang Dagang akan Hantui Pergerakan IHSG di Awal Pekan Ilustrasi IHSG. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramalkan kembali ke zona merah pada Senin (13/5). Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang masih jadi fokus utama pelaku pasar akan menekan pergerakan indeks pada perdagangan hari ini.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh keputusan AS yang mengenakan kenaikan tarif impor barang China. Pasar akan melihat efek dari keputusan negeri Paman Sam tersebut.

"IHSG diprediksi melemah, secara keseluruhan pergerakan masih akan dipengaruhi sentimen global," papar Dennies seperti dikutip dari risetnya, Senin (13/5).


Meskipun demikian, Dennies memperkirakan pelemahan indeks kemungkinan akan terbatas. Posisi indeks yang sudah berada di area jenuh jual (oversold) akan membatasi pelemahan.


Dennies memprediksi IHSG hari ini berada dalam rentang support 6.113-6.161 dan resistance 6.244-6.279.

Untuk mengingatkan, Presiden AS Donald Trump pekan lalu benar-benar merealisasikan ancamannya dengan mengerek tarif impor barang China dari 10 persen menjadi 25 persen. Kenaikan tarif diberlakukan mulai Jumat (10/5) kemarin.

Di sisi lain, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya justru mengatakan pasar saham Indonesia akan bergerak di teritori positif hari ini. Rilis kinerja emiten kuartal I 2019 yang masih positif akan menopang laju indeks.

"Pergerakan IHSG masih menunjukkan sinyal positif untuk dapat melanjutkan kembali kenaikan dalam jangka panjang," terang William melalui risetnya.

[Gambas:Video CNN]

William optimistis IHSG bisa kembali ke area 6.300. Ia memprediksi indeks berada dalam rentang support 6.123 dan resistance 6.336.

Sebagai informasi, IHSG rontok selama tiga pekan berturut-turut. Pekan lalu, indeks anjlok 1,75 persen ke level 6.209 dari sebelumnya di level 6.319.

Namun, khusus Jumat (10/5), IHSG berhasil menguat 0,16 persen ke level 6.209. Walau begitu, pelaku pasar asing tercatat jual bersih atau net sell sebesar Rp897,55 miliar.
 
(aud/agt)