Traveloka Buka Opsi Jual Lagi Tiket AirAsia

CNN Indonesia | Rabu, 15/05/2019 09:56 WIB
Traveloka Buka Opsi Jual Lagi Tiket AirAsia Traveloka mengaku membuka peluang kembali menjual tiket AirAsia, meskipun manajemen maskapai asal Malaysia itu telah mencabut kerja sama secara permanen. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Traveloka, agen daring pemesanan tiket dan hotel, membuka peluang menjual kembali tiket pesawat AirAsia. Saat ini, manajemen mengklaim masih melakukan diskusi, meski Airasia telah mencabut kerja sama secara permanen.

Head of Growth Management Traveloka Iko Putera menuturkan pihaknya selalu membuka pintu bagi AirAsia jika ingin kembali bekerja sama dalam hal pemasaran tiket. Karenanya, bukan tidak mungkin konsumen bisa kembali membeli tiket AirAsia lewat Traveloka pada waktu mendatang.
"Kami selalu diskusi, kemungkinan apa saja pasti ada. Maksudnya, karena kami selalu diskusi. (Kemungkinan dijual lagi) selalu terbuka," ujarnya, Selasa (14/5) malam.

Namun demikian, ia tak menjelaskan lebih lanjut proses dari diskusi yang terus dilakukan dengan AirAsia. Ia mengaku tak terlibat langsung dalam pembicaraan tersebut.


Iko juga menolak menjawab latar belakang hilangnya tiket AirAsia beberapa waktu lalu dari daftar penawaran Traveloka. Diketahui, hal itu yang kemudian memicu AirAsia memutuskan kerja sama dengan Traveloka.

Kendati penjualan tiket dari maskapai pesawat di Traveloka berkurang, ia mengklaim hal itu tak mempengaruhi kinerja pendapatan perusahaan dari penjualan tiket pesawat. Toh, kapasitas yang disediakan AirAsia juga tak banyak.

"AirAsia yang domestik kapasitas sedikit, (minoritas) iya," terang dia.

Sementara itu, Lion Air menjadi maskapai penerbangan yang menyediakan kapasitas terbanyak. Jumlahnya sekitar 40 persen dari total penawaran tiket pesawat di Traveloka.


Sebelumnya, Direktur Utama AirAsia Dendy Kurniawan mengatakan tiket penerbangan AirAsia pertama kali hilang di Traveloka pada 14 sampai 17 Februari 2019. Kemudian, hal yang sama kembali terjadi pada 2 Maret 2019.

Ia menekankan bahwa perusahaan tak akan merugi dengan memutus penjualan tiket melalui Traveloka secara permanen. Berkaca pada saat penjualan tiket hilang pada Februari dan awal Maret lalu, ia memastikan jumlah penumpang tak turun dan bisnis masih bergerak normal.

"Karena sekarang konsumen juga sudah sadar, kalau tidak ada di Traveloka ya cek di situs web perusahaannya," pungkas Dendy.


[Gambas:Video CNN] (aud/bir)