Pekan Pertama Ramadan, Konsumsi Elpiji Melon Naik 10 Persen

CNN Indonesia | Rabu, 15/05/2019 13:56 WIB
Pekan Pertama Ramadan, Konsumsi Elpiji Melon Naik 10 Persen Ilustrasi elpiji melon. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) mencatat konsumsi harian Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) atau elpiji melon meningkat hingga rata-rata 10 persen dibandingkan hari-hari normal selama pekan pertama ramadan.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Mas'ud Khamid memgungkapkan berdasarkan data perseroan, konsumsi rata-rata harian LPG 3 Kg secara nasional sekitar 21.269 Metric Ton (MT) per hari, dan selama 6-13 Mei 2019 konsumsi tersebut naik menjadi 23.338 MT per hari.

"Kenaikan konsumsi ini terlihat seiring dengan meningkatnya aktivitas memasak masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (15/5).

Mas'ud memastikan pasokan LPG 3 kg mampu memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat. Pasalnya, selama ramadan dan lebaran perseroan menyiapkan tambahan pasokan hingga rata-rata 15 persen dari kondisi normal.


"Jadi stok di masyarakat sangat cukup sekali," jelasnya.

Untuk menjamin ketersediaan LPG 3 kg di masyarakat, perseroan telah menyiagakan 33 ribu Pangkalan Siaga di seluruh Indonesia. Dengan demikian, masyarakat bisa mendapat LPG 3 kg dengan mudah di sekitarnya.

Selain itu, Pertamina juga menyiagakan 539 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) .

Jumlah agen dan pangkalan yang ditunjuk Pertamina untuk menjual LPG 3 kg pun sudah disesuaikan dengan peta kebutuhan di satu lokasi masyarakat.


Hal ini mengingat status LPG 3 kg yang merupakan produk subsidi dari pemerintah, sehingga penyalurannya pun harus dilakukan dengan cermat.

Lebih lanjut Mas'ud mengimbau masyarakat yang mampu untuk menggunakan LPG non subsidi seperti Bright Gas. Mas'ud mengingatkan LPG 3 Kg adalah barang subsidi untuk masyarakat miskin.

Perseroan juga memberikan kemudahan bagi masyarakat mampu yang ingin menggunakan Bright Gas. Di antaranya adalah layanan antar dengan memesan melalui Call Center Pertamina 135.

"Nanti akan ada petugas datang dan bisa langsung memasangkan sekalian," tandas Mas'ud.


[Gambas:Video CNN] (sfr/bir)