50 Persen dari Laba Bersih, BRI Tebar Dividen Rp16,1 Triliun

CNN Indonesia | Rabu, 15/05/2019 23:09 WIB
50 Persen dari Laba Bersih, BRI Tebar Dividen Rp16,1 Triliun Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT BRI (Persero) Tbk. (CNN Indonesia/Ulfa Arieza).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membagikan dividen sebesar Rp16,17 triliun kepada pemegang saham. Jumlah tersebut setara dengan 50 persen dari perolehan laba bersih perseroan tahun 2018 yang mencapai Rp32,35 triliun.

Direktur Utama BRI Suprajarto mengatakan jumlah dividen tersebut secara nominal naik dibanding dividen yang dibagikan BRI tahun lalu sebesar Rp13,04 triliun atau 45 persen dari total laba bersih 2017. Ia menuturkan perseroan masih memiliki rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang cukup longgar sehingga alokasi dividen bisa mencapai 50 persen dari total laba.

"CAR kami sesuai dengan perhitungan masih cukup longgar, sehingga tidak perlu mencadangkan lagi untuk CAR, dan untuk cadangan lain masih cukup," katanya dalam paparan usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BRI, Rabu (15/5).


Dengan jumlah tersebut, maka dividen per saham yang didapatkan oleh pemegang saham BRI sekitar Rp132 per saham. Sedangkan sisa laba bersih akan dialokasikan sebagai saldo laba ditahan digunakan untuk ekspansi bisnis perseroan.


Ia mengungkapkan pemerintah sebagai pemilik saham mayoritas akan mendapatkan jatah dividen sebesar Rp9,17 triliun.

"Khusus dividen bagian pemerintah atas kepemilikan 56,75 persen sebesar Rp9,17 triliun,"imbuhnya.

Selain pembagian dividen, rapat juga menyetujui laporan tahunan dan mengesahkan laporan keuangan konsolidasian perseroan tahun 2018.

Pemegang saham juga menyetujui penghentian Gatot Trihargo dari posisinya sebagai Wakil Komisaris Utama dan Mahmud dari posisinya sebagai Komisaris Independen perseroan.


"Menghentikan dengan hormat Bapak Gatot Trihargo dan Bapak Mahmud, Pak Gatot sebelumnya sebagai Wakil Komisaris Utama dan Pak Mahmud sebagai Komisaris Independen," katanya.

Selanjutnya, rapat menetapkan Wahyu Kuncoro sebagai Wakil Komisaris Utama menggantikan Gatot Trihargo dan Hendrikus Ivo sebagai Komisaris Independen menggantikan Mahmud.

[Gambas:Video CNN] (ulf/lav)