Tanpa Tuslah, Sriwijaya Air Sebut Mustahil Capai Target Omzet

CNN Indonesia | Jumat, 17/05/2019 10:07 WIB
Tanpa Tuslah, Sriwijaya Air Sebut Mustahil Capai Target Omzet Ilustrasi Sriwijaya Air. (CNN Indonesia/Agust Supriadi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Maskapai Sriwijaya Air mengklaim larangan pemberlakuan kenaikan harga tiket pesawat (tuslah) pada momentum Lebaran tahun ini akan membuat target pendapatan tak terwujud. Terlebih, larangan ini dibarengi dengan penurunan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat.

Direktur Utama Sriwijaya Air Joseph Adriaan Saul mengatakan perusahaan menargetkan pendapatan dari penjualan tiket mudik 2019 naik 10 persen dari realisasi tahun lalu.

Belum lama ini, ia mengaku telah mengajukan izin pemberlakukan tuslah kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA).

"Alasannya (kami usulkan ada tuslah) adalah jika kami operasionalkan penerbangan tambahan, nah dengan penerbangan tambahan itu selalu perginya penuh, sedangkan kembalinya hanya dua sampai tiga penumpang saja," ungkap Joseph kepada CNNIndonesia.com, Kamis (16/5).



Tanpa tuslah, Joseph mengaku perusahaan bakal meraup rugi dalam menjual tiket mudik seperti beberapa tahun terakhir. Dengan kata lain, tuslah bisa dibilang penyelamat maskapai di momen mudik.

"Supaya tidak rugi seperti tahun-tahun lalu ya kami mohon ada tuslah," terang dia.

Pada tahun lalu, pengajuan tuslah juga ditolak oleh Kementerian Perhubungan. Alasannya, maskapai dianggap terlalu mendadak dalam mengajukan permintaan tuslah.

Belajar dari pengalaman, Joseph menuturkan perusahaan melalui INACA sudah mengajukan sejak jauh-jauh hari. Sayangnya, Kementerian Perhubungan kembali menolak pemberlakuan tuslah.


Padahal, pemerintah baru saja menurunkan tarif batas atas tiket pesawat. Ini artinya perusahaan harus memangkas harga penjualan tiket dari sebelumnya. Joseph menilai kebijakan ini merugikan pihak maskapai.

"Yah pasti dong (merugikan), ditambah ketika musim puncak ini tarif batas atasnya diturunkan," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tak mengizinkan maskapai penerbangan memberlakukan tuslah atau tambahan pembayaran pada momen mudik tahun ini. Alasannya, agar harga tiket pesawat tak semakin melonjak di mata masyarakat.

"Kami kan melihat penumpang maskapai dalam keadaan berat ya, jadi kami tidak perkenankan mengambil tuslah. Untuk sekarang kami tidak izinkan tuslah," pungkas Budi.

[Gambas:Video CNN] (aud/lav)