Kelola THR dan Gaji agar Keuangan Tetap Sehat usai Lebaran

CNN Indonesia | Jumat, 17/05/2019 16:00 WIB
Kelola THR dan Gaji agar Keuangan Tetap Sehat usai Lebaran Ilustrasi. (REUTERS/Garry Lotulung)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) pada tahun ini kemungkinan akan jatuh bersamaan dengan pembayaran gaji bulanan. Untuk itu, agar keuangan usai Lebaran tetap sehat, THR dan gaji perlu dikelola dengan tepat.

Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth Ivan jaya menjelaskan hal pertama yang harus dilakukan adalah memisahkan dana THR dan gaji terlebih dahulu. Kemudian, buatlah anggaran dan skala prioritas.

Menurut Ivan, idelanya dana THR yang digunakan untuk keperluan hari raya tak dihabiskan seluruhnya. Ia menyarankan untuk menyisihkan sekitar 20-50 persen untuk ditabung atau diinvestasikan.


"Dalam pengelolaan THR, kebutuhan untuk hari raya harus diprioritaskan, seperti pembayaran zakat dan kebutuhan tradisi mudik," ujar Ivan Jaya, Jumat (17/5).


Ivan menambahkan, sisa dana THR juga bisa dimanfaatkan untuk membayar utang dan ditabung. Tabungan ini bisa digunakan untuk kebutuhan pengeluaran tahunan seperti pembayaran PBB, pajak kendaraan, atau qurban.

"Atau dana THR ini dapat juga diinvestasikan dan jangan diambil untuk kebutuhan masa depan," lanjut Ivan.

Setelah mengatur alokasi pengeluaran dana THR, yang harus dilakukan berikutnya adalah membuat alokasi pengeluaran gaji bulanan. Ia juga menyarankan untuk menyisihkan terlebih dahulu sebesar 20-30 persen dari pendapatan bulanan.

Ia juga menyarankan untuk menyisihkan 30 persen untuk membayar cicilan utang sekaligus biaya entertainment/lifestyle, dan sisanya untuk kebutuhan hidup seperti membayar listrik dan membeli persediaan bahan makanan sebulan.


"Hal mendasar yang wajib dilakukan selain membuat daftar prioritas adalah anggaran pengeluaran harus dicatat pada saat mendapatkan THR dan gaji bulanan, serta disiplin terhadap apa yang dianggarkan," tegasnya.

Dengan mencatat segala pengeluaran untuk kebutuhan Lebaran tahun ini, menurut dia, kita bisa memiliki acuan untuk pengelolaan THR tahun berikutnya dan juga gaji bulanan.

Ivan juga menyarankan agar mulai terbiasa untuk menyisihkan dana investasi untuk memiliki masa depan yang aman. Dengan demikian, jika menerima dana bonus, tak serta-merta berhasrat untuk membeli kebutuhan konsumtif yang sifatnya hanya untuk kepuasan diri sementara.
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, menurut dia, sebisa mungkin pendapatan tahunan digunakan untuk pengeluaran tahunan dan pendapatan bulanan untuk pengeluaran bulanan.

Meski menyarankan 50 persen dari dana THR untuk ditabung atau diinvestasikan, menurut dia, investasi kini tidak lagi membutuhkan uang yang banyak. Dengan Rp100 ribu, menurut dia, kini kita bisa berinvestasi di reksa dana.

"Kita harus mengetahui instrument investasi yang cocok dengan profil risiko serta memberikan nilai tambah karena dana yang diinvestasikan akan berkembang lebih pesat daripada hanya menggunakan instrumen keuangan lain seperti tabungan. Instrumen investasi ini seperti obligasi negara (ORI), sukuk, atau reksadana yang kini sangat terjangkau," pungkas Ivan. (agi)