Tiket Mahal Bikin Bandara Palembang Rugi Rp3 Miliar per Bulan

CNN Indonesia | Senin, 20/05/2019 18:47 WIB
Tiket Mahal Bikin Bandara Palembang Rugi Rp3 Miliar per Bulan Ilustrasi Bandara Palembang. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi).
Palembang, CNN Indonesia -- Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, disebut rugi hingga Rp3 miliar per bulan karena tingginya tarif tiket pesawat. Pasalnya, tarif tinggi mengakibatkan jumlah penumpang tergerus hingga 20 persen.

Eksekutif General Manajer PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara SMB II Palembang Fachroji mengatakan penurunan rata-rata 20 persen jumlah penumpang tersebut terjadi sejak tahun lalu. Tadinya, rata-rata jumlah penumpang mencapai 12 ribu-15 ribu per hari.

Namun, setelah lonjakan tarif tiket, jumlah penumpang menciut menjadi hanya 6 ribu-8 ribu penumpang per harinya.

"Pendapatan kami tergerus. Semakin sedikit penumpang, pendapatan kami juga ikut turun. Total Januari-April 2019 mencapai 1.274.888 penumpang. Rata-rata sekitar 10 ribu-an per hari. Di awal puasa kemarin sempat 6 ribu per hari," tutur Fachroji, Senin (20/5).


Ia mengaku tidak bisa berbuat banyak karena tarif tiket pesawat ditentukan masing-masing maskapai. Ia berharap kebijakan baru pemerintah terkait penurunan Tarif Batas Atas rata-rata 15 persen dapat meningkatkan kembali minat masyarakat untuk menggunakan pesawat.

Menghadapi arus mudik, perseroan mengaku telah melakukan berbagai persiapan guna memberikan kenyamanan dan keamanan terhadap calon penumpang. Berbagai fasilitas keselamatan pesawat terus dilakukan pemeriksaan. Khusus di kawasan kargo, pihaknya bersama otoritas keamanan bandara mengerahkan anjing pelacak.

Tujuannya untuk mendeteksi bahan berbahaya, seperti bahan peledak ataupun narkoba yang kemungkinan dapat diselundupkan di tumpukan barang kiriman.

"Sebentar lagi lebaran. Saya harap harga tiket bisa terjangkau lagi, sehingga masyarakat pun banyak yang mudik menggunakan pesawat. Untuk posko mudik akan didirikan pada 29 Mei, nanti berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya," terang Fachroji.


[Gambas:Video CNN] (idz/bir)