Jelang Lebaran, Maskapai Belum Ajukan Penerbangan Tambahan

CNN Indonesia | Jumat, 17/05/2019 11:48 WIB
Jelang Lebaran, Maskapai Belum Ajukan Penerbangan Tambahan Ilustrasi bandara. (ANTARA FOTO/Wira Suryantala).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Angkasa Pura II (Persero) mengatakan maskapai belum mengajukan slot untuk penerbangan tambahan demi mengantisipasi mudik Lebaran 2019. Padahal tahun-tahun sebelumnya, maskapai sudah mengajukan slot extra flight di bandara kelolaan AP II pada pekan-pekan awal Ramadan.

Direktur Operasi dan Teknik AP II Djoko Murjatmodjo mengatakan saat ini memang sudah ada permohonan 68 penerbangan tambahan selama masa mudik. Namun, seluruhnya merupakan penerbangan internasional.

"Sampai sekarang masih belum ada pergerakan untuk extra flight ke penerbangan domestik. Kami harap permohonan ini segera diajukan," jelas Djoko, Kamis (16/8).


Ia mengatakan ada dua alasan yang melatarbelakangi langkah maskapai tersebut. Pertama, adalah utilisasi pesawat tambahan yang selalu tidak maksimal pada masa mudik. Djoko kemudian berkaca pada masa lebaran tahun lalu, di mana hanya 20 persen dari total slot penerbangan tambahan yang laku terjual.


Dugaan kedua, lanjutnya, tentu berkaitan dengan penurunan penumpang pesawat lantaran tiket pesawat yang jadi polemik sejak awal tahun. Djoko mengakui ada penurunan pertumbuhan pengguna jasa penerbangan di AP II pada kuartal I lalu, meski ia tak menyebut angka pastinya.

Maka itu, ia berharap kebijakan penurunan Tarif Batas Atas (TBA) pesawat sebesar 12 hingga 14 persen yang berlaku pekan ini bikin tarif pesawat turun. Sehingga, permintaan bertambah dan maskapai mengajukan slot penerbangan tambahan.

"Penetapan tarif batas atas juga baru saja diberlakukan, jadi mungkin airline masih berhitung berapa extra flight yang dibutuhkan," kata dia.

Untuk musim lebaran kali ini, AP II melakukan periode pengawasan khusus dari 28 Mei hingga 13 Juni 2019 mendatang. Arus lalu lintas penerbangan (traffic) diperkirakan tumbuh kurang dari 1 persen, sementara penumpang diperkirakan tumbuh 3,2 persen dibanding hari operasional biasa.


Djoko mengakui pertumbuhan penumpang tahun ini melambat dibanding tahun lalu sebesar 5,6 persen. Bahkan, pertumbuhan pengguna pesawat di beberapa tahun sebelumnya pernah mencapai 12 persen. Namun, ia berharap kebijakan pemangkasan TBA bikin masyarakat menikmati pesawat lagi.

"Hitungan 3,2 persen ini kami lakukan saat belum ada kebijakan TBA. Tentu setelah kebijakan ini terbit, kami bisa menghitung ulang proyeksi tersebut," papar dia.

[Gambas:Video CNN] (glh/lav)