Kesepakatan itu diperoleh dari pertemuan antara Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke dan Menteri Transportasi Singapura Khaw Boon Wan di Singapura, Selasa (21/5).
Penangguhan proyek tersebut menandai bagian dari penundaan proyek-proyek infrastruktur Malaysia sejak pemerintah baru yang dipimpin Mahathir Mohamad berkuasa pada 2018 lalu. Dalam pidatonya, Mahathir berkomitmen untuk memperketat keuangan dan meninjau kesepakatan-kesepakatan besar yang sedang berjalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Maslahat dan Mudarat Tol Trans Jawa |
"Jika pada 30 September 2019, Malaysia tidak melanjutkan Proyek RTS, Malaysia juga akan menanggung biaya yang disepakati oleh Singapura," ungkap Khaw Boon Wan dan Anthony Loke dalam konferensi pers seperti dikutip Reuters, Selasa (21/5).
Proyek ini diperkirakan menelan biaya sekitar US$1 miliar. Selama ini, ribuan warga Malaysia bepergian bolak-balik ke Singapura. Meski negara kecil, banyak warga negara asing berminat ke Singapura untuk bekerja dan sekolah.
"Ini tidak berarti bahwa kami mengakhiri proyek. Kami hanya ingin mengevaluasi kembali sehingga proyek ini dapat dilaksanakan lebih efektif," kata Loke.
Tahun lalu, negara-negara tetangga juga menangguhkan proyek kereta api berkecepatan tinggi yang menghubungkan Singapura ke ibukota Malaysia, Kuala Lumpur, yang diperkirakan oleh para analis menelan biaya mencapai US$17 miliar.
[Gambas:Video CNN] (reuters/lav)