Tarif Batas Atas Turun, Garuda Tutup Rute Jakarta-London

CNN Indonesia | Selasa, 21/05/2019 20:16 WIB
Tarif Batas Atas Turun, Garuda Tutup Rute Jakarta-London Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berencana menutup rute Jakarta-London usai masa liburan musim panas tahun ini. Keputusan itu diambil manajemen sebagai upaya efisiensi setelah pemerintah menurunkan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat mulai dari 12 persen sampai 16 persen baru-baru ini.

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengatakan pihaknya tak mampu lagi memberikan subsidi untuk rute Jakarta-London. Sebab, keuntungan yang diraup perusahaan dalam menjual tiket pesawat tak lagi besar usai tarif batas atas diturunkan.

"Sekarang kami berpikir untuk menutup setelah liburan, jadi liburan Lebaran kami habiskan, itu untuk mereka yang liburan musim panas juga," ungkap Ari, Selasa (21/5).'


Selain Jakarta-London, Garuda Indonesia juga akan mengurangi frekuensi penerbangan Jakarta-Amsterdam dari enam kali menjadi hanya tiga kali. Namun, manajemen akan menutup dulu rute Jakarta-London sebelum tujuan Amsterdam dikurangi.


"Jadi memang dampaknya cukup banyak dari penurunan tarif ini, tapi kalau tujuan Eropa kami tidak terlalu pusing," ucap Ari.

Kemudian, beberapa rute domestik untuk tujuan daerah terpencil seperti Morotai, Maumere, dan Bima juga akan dikurangi frekuensi penerbangannya. Pasalnya, beban biaya avtur untuk penerbangan ke daerah terpencil lebih mahal 80 persen dibandingkan rute favorit.

"Selain itu juga jam operasinya hanya jam 3 sampai 4 sore, makanya kami harus itung-itung lagi memang," jelasnya.

Belum lagi kalau pesawat telat dan akhirnya harus menginap di bandara daerah terpencil itu, Garuda Indonesia tentu harus membayar sewa menginap dan memberikan akomodasi untuk seluruh kru perusahaan yang bertugas.


Secara terpisah, Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah menyatakan perusahaan baru-baru ini juga sudah menutup rute Belitung-Singapura. Keputusan itu diambil sebelum pemerintah mengubah aturan tarif batas atas tiket pesawat.

"Ini bentuk antisipasi kan tarif batas atas mau diturunkan, jadi kami sesuaikan," kata Pikri.

Pikri menjelaskan rute itu tak membawa keuntungan bagi kas perusahaan, melainkan terus-menerus mendulang rugi selama enam bulan. Dengan demikian, manajemen tak bisa melanjutkan operasional rute tersebut.

Untuk selanjutnya, manajemen akan terus mengevaluasi kinerja rute domestik pasca penurunan tarif batas atas. Namun, ia belum bisa menyebut rute mana saja yang berpotensi akan ditutup.
[Gambas:Video CNN] (aud/agi)