Garuda Sebut Rugi Rp168 Miliar Gara-gara Beri Diskon Besar

CNN Indonesia | Rabu, 22/05/2019 11:00 WIB
Garuda Sebut Rugi Rp168 Miliar Gara-gara Beri Diskon Besar Ilustrasi Garuda Indonesia. (ANTARA FOTO/Moch Asim)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengaku menelan kerugian sebesar US$12 juta atau setara Rp168 miliar pada awal April 2019. Hal ini terjadi lantaran perusahaan membanting harga tiket pesawat dengan diskon besaran dari 35 persen sampai 50 persen.

Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan kerugian itu berlaku untuk penjualan tiket pesawat dari 1 April sampai 12 April 2019. Hanya saja, ia tak menjelaskan lebih lanjut penjualan untuk rute mana saja yang berkontribusi atas kerugian tersebut.

"Jadi tarif diminta turun, kami berikan promosi sampai 35 persen lalu 50 persen, itu kami rugi," ucap Pikri, Selasa (21/5).


Diketahui, Garuda Indonesia memang memberikan tiket promo melalui program Garuda Indonesia Online Travel Fair (GOTF) Festival pada 1-12 April 2019 lalu. Pemberian diskon juga dilakukan sekaligus memperingati HUT Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke 21.


"Himbauan untuk memberikan diskon kepada pengguna jasa," terang Pikri.

Walaupun dalam kurun waktu 12 hari Garuda Indonesia mendulang kerugian, tapi Pikri masih optimistis kinerja keuangannya pada kuartal II 2019 akan kembali membukukan laba bersih seperti kuartal I 2019.

Bahkan, penurunan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat yang baru diberlakukan oleh Kementerian Perhubungan tak membuat Garuda Indonesia pesimis untuk meraup laba bersih tahun ini.

"Masih laba bersih, nanti kan banyak penyesuaian," imbuhnya.


Ia mencontohkan, salah satu bentuk efisiensi yang dilakukan adalah mengurangi promo untuk waktu mendatang. Selain itu, maskapai pelat merah ini juga akan mengurangi sejumlah rute.
)
"Kami terus evaluasi. Harga promo hilang, kami kurangi. Sekarang harga rendah, promo juga dikurangi," jelas Pikri.

Sementara, rute yang akan ditutup adalah Jakarta-London. Kemudian, rute Jakarta-Amsterdam akan dikurangi jumlah frekuensi penerbangannya.

"Rute Singapura-Belitung juga sudah kami tutup, jadi kami sesuaikan semua," tutur Pikri.
[Gambas:Video CNN]
Diketahui, pemerintah resmi menurunkan tarif batas atas mulai dari 12 persen sampai 16 persen. Aturan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Beleid itu menggantikan Keputusan Menteri Nomor 72 Tahun 2019 tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. (aud/agi)