Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan masih terus mendiskusikan kajian holding penerbangan dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder).
"Kami mundurin dikit (penyelesaian holding), tapi biar lebih matang," ucap Gatot, Selasa (21/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mempertajam sisi bagaimana mengoptimalkan holding itu sendiri," katanya.
Sementara itu, beberapa perusahaan yang akan menjadi anggota holding penerbangan, yakni PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Pelita Air (Persero), PT Survai Udara Penas (Persero), dan PT AirNav Indonesia (Persero).
Berdasarkan dokumen Sosialisasi Tindak Lanjut Implementasi Holding BUMN Sarana dan Prasarana Perhubungan Udara yang didapatkan CNNIndonesia.com sebelumnya, pembentukan holding BUMN Penerbangan terbagi dalam tiga tahap.
Tahap pertama pada Mei 2019, akan dilakukan inbreng saham seri B milik negara di AP I, AP II, dan Garuda Indonesia. Tahap kedua pada Juni-Juli 2019, akan dilakukan transaksi jual beli bussiness to bussiness (B to B) saham Pertamina di Pelita Air oleh holding.
Tahap ketiga pada Juli-Desember 2019, inbreng saham seri B milik negara di AirNav Indonesia setelah perubahan bentuk dari Perum ke PT dan adanya penyesuaian dengan Undang-undang Penerbangan serta peraturan terkait.
[Gambas:Video CNN] (aud/lav)