Pembentukan Holding Penerbangan Molor dari Target

CNN Indonesia | Rabu, 22/05/2019 17:33 WIB
Pembentukan Holding Penerbangan Molor dari Target Ilustrasi BUMN. (www.bumn.go.id)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan holding penerbangan baru akan dibentuk pada awal semester II 2019. Hal itu mundur dari rencana semula yang ditargetkan sudah rampung pada semester I tahun ini.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan masih terus mendiskusikan kajian holding penerbangan dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder).

"Kami mundurin dikit (penyelesaian holding), tapi biar lebih matang," ucap Gatot, Selasa (21/5).


Gatot mengatakan akan menggelar rapat pada Rabu (22/5) terkait holding penerbangan bersama direksi perusahaan yang akan menjadi anggota holding. Namun, ia menolak menjelaskan lebih rinci, termasuk poin topik yang akan dibahas dalam rapat.


"Mempertajam sisi bagaimana mengoptimalkan holding itu sendiri," katanya.

Kementerian BUMN telah menunjuk PT Survai Udara Penas (Persero) sebagai induk holding penerbangan. Pasalnya, seluruh saham perusahaan itu masih digenggam pemerintah.

Sementara itu, beberapa perusahaan yang akan menjadi anggota holding penerbangan, yakni PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Pelita Air (Persero), PT Survai Udara Penas (Persero), dan PT AirNav Indonesia (Persero).

Berdasarkan dokumen Sosialisasi Tindak Lanjut Implementasi Holding BUMN Sarana dan Prasarana Perhubungan Udara yang didapatkan CNNIndonesia.com sebelumnya, pembentukan holding BUMN Penerbangan terbagi dalam tiga tahap.


Tahap pertama pada Mei 2019, akan dilakukan inbreng saham seri B milik negara di AP I, AP II, dan Garuda Indonesia. Tahap kedua pada Juni-Juli 2019, akan dilakukan transaksi jual beli bussiness to bussiness (B to B) saham Pertamina di Pelita Air oleh holding.

Tahap ketiga pada Juli-Desember 2019, inbreng saham seri B milik negara di AirNav Indonesia setelah perubahan bentuk dari Perum ke PT dan adanya penyesuaian dengan Undang-undang Penerbangan serta peraturan terkait.

[Gambas:Video CNN] (aud/lav)