Kerusuhan 22 Mei 'Benamkan' Rupiah ke Rp14.515 per Dolar AS

CNN Indonesia | Rabu, 22/05/2019 12:51 WIB
Kerusuhan 22 Mei 'Benamkan' Rupiah ke Rp14.515 per Dolar AS Ilustrasi rupiah. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah akhirnya tembus ke posisi Rp14.515 per dolar AS pada perdagangan pasar spot, Rabu (22/4) siang. Dengan demikian, rupiah melemah 0,24 persen dibanding penutupan kemarin yakni Rp14.480 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.488 per dolar AS atau melemah dibanding kemarin yakni Rp14.462 per dolar AS.

Siang hari ini, rupiah harus menjadi mata uang dengan performa paling buruk di Asia. Setelah rupiah, Malaysia menempati peringkat terburuk kedua dengan pelemahan 0,23 persen terhadap dolar AS dan disusul dolar Singapura sebesar 0,19 persen, yuan China 0,15 persen, won Korea Selatan sebesar 0,09 persen, dan baht Thailand 0,06 persen.


Tak hanya performa buruk, ini merupakan titik terlemah rupiah sejak awal tahun.


Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pelemahan rupiah siang hari ini disebabkan karena investor marak melakukan aksi ambil untung (profit taking) terhadap pasar modal di Indonesia. Ini dilatarbelakangi oleh kerusuhan yang terjadi di Jakarta sejak semalam kemarin, sebagai respons dari hasil pemilihan umum yang dituduh sarat kecurangan.

"Sampai saat ini infonya ada enam orang meninggal dan 200 dirawat. Nah, info seperti ini yang melandasi investor melakukan aksi profit taking dan tembus Rp14.500. Ini adalah level paling tinggi," jelas Ibrahim kepada CNNIndonesia.com, Rabu (22/5).

Jika situasi tak kondusif, ia yakin sentimen domestik terhadap investor akan semakin kuat sehingga masih ada kemungkinan rupiah bisa jatuh ke Rp15 ribu per dolar AS pada pekan ini. Hal ini, lanjut dia, mungkin saja jika dibumbui dengan sentimen eksternal yang ada saat ini. Meski memang, sentimen dari luar negeri sudah mulai mereda.

[Gambas:Video CNN]

"Kalau minggu ini nilai tukar sampai Rp15 ribu, ini wajar karena masalah politik. Tapi semoga ini bisa diselesaikan oleh polisi dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) agar situasi kondusif lagi," jelas Ibrahim.

Sementara itu, Analis Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan aksi massa usai pemilu akan menjadi perhatian pelaku pasar pada hari ini. Apalagi, sejatinya sentimen eksternal, utamanya perang dagang, sudah mulai mereda.

"Hari ini rupiah masih bisa bergerak di kisaran Rp14.400 hingga Rp14.500 per dolar AS," jelas dia.

(glh/agt)