Sebagai informasi, pemerintahan Trump sejak tahun lalu mengenakan tarif impor 100 persen atas barang asal China bernilai sekitar US$200 miliar. Awal Mei lalu, tarif tersebut dinaikkan oleh Trump menjadi 25 persen.
Selain kenaikan tersebut, Trump juga masih berencana untuk memberlakukan tarif impor sebesar 25 persen atas barang impor senilai US$325 miliar asal China. Beberapa barang yang masuk dalam daftar produk yang terkena tarif tersebut adalah, sepatu kets, mainan dan produk konsumen lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump mengklaim kenaikan tarif tersebut bakal memberikan penerimaan bea sebesar US$100 miliar kepada negaranya. Nah, Kamis kemarin Trump menyatakan akan memanfaatkan setengah dari penerimaan bea tersebut untuk membantu petani AS yang menderita akibat perang dagang tersebut.
Menteri Pertanian AS Sonny Perdue sementara itu mengatakan sebagian besar dana yang diberikan kepada petani tersebut nantinya akan digunakan untuk pembayaran langsung kepada produsen tanaman dan ternak. Sementara sebagian kecil akan digunakan untuk membeli makanan petani dan program makan siang sekolah.
[Gambas:Video CNN]
"Rencana yang kami umumkan hari ini memastikan para petani tidak menanggung beban tarif pembalasan yang tidak adil yang diberlakukan oleh China dan mitra dagang lainnya," kata Perdue.
Sementara itu Departemen Pertanian AS menyatakan sebelum menyalurkan bantuan tersebut mereka akan menghitung kerugian yang dialami petani akibat perang dagang. Para pejabat departemen tersebut mengatakan pembayaran pertama dari tiga program bantuan tersebut diharapkan akan keluar pada Juli atau Agustus mendatang.
Para pejabat tidak menunjukkan besaran pembayaran yang akan dilakukan dalam setiap tahap. Tetapi Perdue mengatakan bantuan akan besar pada pembayaran tahap pertama dan tahap lain akan bergantung pada pasar dan status pembicaraan perdagangan.
(afp/agt)