Kemenperin Percaya Diri THR Buat Industri Manufaktur Melesat

CNN Indonesia | Senin, 27/05/2019 11:03 WIB
Kemenperin Percaya Diri THR Buat Industri Manufaktur Melesat Ilustrasi industri manufaktur. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perindustrian yakin sektor industri manufaktur akan tumbuh agresif pada kuartal II 2019 ini. Keyakinan didasarkan pada pencairan THR serta gaji ke-13 PNS.

Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar mengatakan gelontoran dana tersebut akan mendorong peningkatan konsumsi masyarakat dan mendorong industri manufaktur tumbuh 5 persen pada kuartal II nanti.

Pertumbuhan tersebut diramal lebih tinggi dibanding kuartal I 2019 yang hanya 4,8 persen. Maklum, pencairan bonus tersebut bersamaan waktunya dengan Lebaran.


"Konsumsi juga akan meningkat dengan adanya tunjangan hari raya (THR) serta gaji ke-13 bagi pegawai negeri sipil (PNS).  Liburnya panjang, sehingga orang bisa belanja lebih besar," katanya seperti dikutip dari website Kementerian Perindustrian, Senin (27/5).


Haris mengatakan selain tertopang oleh THR dan gaji ke-13, industri manufaktur juga akan mendapatkan topangan dari pulihnya kepercayaan investor terhadap kondisi politik di dalam negeri. Kepercayaan diri tersebut diramalkan akan mendongkrak aliran investasi ke dalam negeri.

Kementerian Perindustrian memproyeksikan investasi pada kuartal II ini akan tumbuh bagus. Proyeksi dibuat dengan mempertimbangkan tren aliran investasi yang sudah terjadi sejak pemilu 1992 yang selalu meningkat. 

"Usai pemilu, kami melihat iklim usaha semakin kondusif," katanya.

Industri manufaktur merupakan salah satu sektor yang memberi sumbangan besar bagi investasi dalam negeri. Pada triwulan I tahun 2019, sektor tersebut berkontribusi sebesar 18,5% atau Rp16,1 triliun terhadap realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN).

[Gambas:Video CNN]

Tiga sektor yang memberikan kontribusi paling besar pada total PMDN tersebut pada tiga bulan pertama ini tahun ini, yakni industri makanan yang menyumbang dana mencapai Rp7,1 triliun, industri logam dasar sebesar Rp2,6 triliun dan industri pengolahan tembakau sebesar Rp1,2 triliun.

Industri manufaktur juga menyetor hingga 26% atau USD1,9 miliar terhadap realisasi penanaman modal asing (PMA). Tiga sektor yang menopangnya, yaitu industri logam dasar sebesar USD593 juta, diikuti industri makanan USD376 juta serta industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia USD217 juta.

Kemenperin menargetkan, sepanjang 2019 pertumbuhan industri manufaktur dapat mencapai 5,4%. Subsektor yang diperkirakan tumbuh tinggi, antara lain industri makanan dan minuman, industri permesinan, industri tekstil dan pakaian jadi, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki, serta industri barang logam, komputer dan barang elektronika.

(agt/agt)