"Kami belum siap untuk membuat kesepakatan dan saya pikir kami baru akan membuat kesepakatan dengan China di masa depan," katanya seperti dikutip dari CNN.com, Senin (27/5).
Trump yakin keputusannya tersebut akan didukung oleh petani AS. Ia juga yakin perang dagang akan semakin menekan China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AS dengan China setahun belakangan ini terlibat dalam perang dagang sengit. Perang dagang dipicu oleh defisit neraca dagang AS dengan China.
Ia menuduh defisit terjadi akibat kecurangan dagang yang dilakukan China terhadap negaranya. Trump kemudian menabuh genderang perang dagang terhadap China.
Mulai pertengahan tahun lalu, Trump mengenakan tarif 10 persen atas impor produk China bernilai US$200 miliar. Tarif berlaku mulai 24 September 2018.
[Gambas:Video CNN]
Tak mau kalah, China membalas serangan tersebut dengan memberlakukan tarif atas impor barang senilai US$60 miliar asal AS.
AS dengan China pada awal 2019 sampai dengan 30 April berusaha mengatasi konflik tersebut dengan menggelar perundingan dagang. Tapi sayangnya sampai saat ini perundingan belum membuahkan hasil.
Trump menuduh, China memang tidak memiliki keinginan baik untuk mengakhiri perang dagang dengan negaranya. Atas dasar itulah, mulai awal Mei lalu pemerintahannya memutuskan untuk menaikkan tarif pada barang-barang China senilai US$200 miliar menjadi 25 persen pada hari ini, Jumat (10/5) lalu.
(cnn.com/agt)