Jokowi-JK Tak Akan Tambah Proyek Strategis Nasional Tahun Ini

CNN Indonesia | Selasa, 28/05/2019 10:27 WIB
Jokowi-JK Tak Akan Tambah Proyek Strategis Nasional Tahun Ini Ilustrasi proyek strategis nasional. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla tak akan menambah jumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) pada tahun ini. Pertimbangannya, ada pergantian masa kabinet pemerintahan dan perubahan fokus pembangunan pemerintah.

Hal tersebut diungkap oleh Ketua Tim Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utomo. Menurutnya, pemerintahan Jokowi-JK tetap berusaha mempercepat proses penyelesaian PSN. Namun, mereka menyerahkan kelanjutan proyek-proyek tersebut ke pemerintahan yang akan datang.

"Pemerintah melalui Pak Menko Perekonomian selaku Ketua Tim Pengarah (KPPIP) tidak akan menambah atau mengubah daftar PSN. Beberapa proyek yang belum bisa masuk konstruksi bisa jadi bahan evaluasi dan pertimbangan presiden mendatang," ucap Wahyu, Senin (27/5).

Sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, di mana Jokowi berpotensi memimpin Indonesia satu periode lagi sampai 2024. Namun, proses Pilpres tersebut belum benar-benar selesai lantaran kubu penantang Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tengah mengadukan hasil Pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK).


Di sisi lain, sambungnya, pemerintahan Jokowi-JK juga mempertimbangkan fokus pembangunan ke depan yang rencananya beralih dari infrastruktur ke pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM). Kendati demikian, beberapa proyek infrastruktur akan tetap dijalankan, tetapi prioritasnya dapat berubah.

"Sebenarnya bukan berarti infrastruktur tidak dibangun, infrastruktur tetap, tapi pembangunan pelengkapnya saja, pembangunan SDM tetap diutamakan," ungkapnya.

Dari kedua pertimbangan itu, katanya, pemerintah menargetkan setidaknya ada 89 proyek yang selesai pada September 2019 atau jelang berakhirnya pemerintahan Kabinet Kerja. Sementara per Mei 2019, jumlah proyek yang sudah selesai dikerjakan sebanyak 77 proyek.

Dengan demikian, ada 12 proyek lagi yang akan dikebut dalam empat bulan ke depan. Sementara per Desember 2019, pemerintah menargetkan jumlah proyek yang rampung dikerjakan mencapai 89 proyek. Sedangkan total keseluruhan PSN mencapai 223 proyek dan 3 program.


Berikut daftar 12 proyek yang ditargetkan rampung pada September 2019:
1. Bandara Sultan Babullah senilai Rp1,35 triliun
2. Bandara Kertajati Rp4,916 triliun
3. LRT Sumatera Selatan Rp12,5 triliun
4. Jalan Tol Terbangi Besar-Pematang Panggang Rp11,865 triliun
5. Jalan Tol Pematang Panggang-Kayu Agung Rp10,085 triliun
6. Palapa Ring Broadband di 57 Kabupaten/Kota melalui Pola KPBU Rp7,713 triliun
7. Kereta Api Tebing Tinggi-Kuala Tanjung Rp750 miliar
8. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong Rp3,1 triliun
9. Bendungan Sindang Heula Rp485 miliar
10. Bendungan Muara Sei Gong Rp259 miliar
11. Kereta Api Akses Bandara Adi Soemarno Rp925 miliar
12. Penyelenggaraan Perkeretaapian Umum di wilayah DKI Jakarta Rp7,345 triliun
4. Jalan Tol Terbangi Besar-Pematang Panggang Rp11,865 triliun
5. Jalan Tol Pematang Panggang-Kayu Agung Rp10,085 triliun
6. Palapa Ring Broadband di 57 Kabupaten/Kota melalui Pola KPBU Rp7,713 triliun
7. Kereta Api Tebing Tinggi-Kuala Tanjung Rp750 miliar
8. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong Rp3,1 triliun
9. Bendungan Sindang Heula Rp485 miliar
10. Bendungan Muara Sei Gong Rp259 miliar
11. Kereta Api Akses Bandara Adi Soemarno Rp925 miliar
12. Penyelenggaraan Perkeretaapian Umum di wilayah DKI Jakarta Rp7,345 triliun


(uli/agi)