Aset BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp374 Triliun

CNN Indonesia | Jumat, 31/05/2019 20:20 WIB
Aset BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp374 Triliun Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aset Dana Jaminan Sosial (DJS) BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp359,4 triliun pada akhir 2018 atau meningkat 15 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Direktur Keuangan BPJSTK Evi Afiatin mengatakan DJS sendiri telah mencapai target dari yang ditetapkan. Aset DJS yang dikelola lembaga itu meningkat 15 persen.

DJS sendiri adalah dana amanat seluruh peserta yang berbentuk himpunan iuran beserta hasil pengembangannya.


Jika ditambah dengan aset badan, kata Evi, maka lembaga itu mengelola aset sebesar Rp374 triliun pada 2018. Diketahui, aset badan BPJSTK sendiri mencapai Rp14,9 triliun.


"Dari total aset tersebut sebesar Rp364,9 triliun telah diinvestasikan dan menghasilkan pendapatan investasi yang direalisasikan sebesar Rp27,3 triliun untuk memberikan imbah hasil ke peserta JHT," kata Evi dalam rilisnya, Jumat (31/5).

BPJSTK menyatakan imbal hasil itu lebih tinggi dibandingkan dengan bunga deposito rata-rata perbankan pemerintah yakni 5,19 persen per tahun.

Khusus perlindungan kepesertaan, BPJSTK kini memiliki 50,57 juta pekerja yang terdaftar ke dalam program jaminan sosial tersebut. Lembaga itu hingga akhir tahun lalu menghimpun iuran sebesar Rp65,1 triliun.

Direktur Utama BPJSTK Agus Susanto mengatakan tingkat kepuasan pelanggan tahun lalu juga mencapai 92,6 persen. Survei yang digelar secara independen itu menyatakan ada kenaikan 1,9 persen dari 2017.


"Walau banyak tantangan dari lingkungan eksternal, seperti kondisi pasar modal yang kurang kondusif, BPJSTK tetap dapat menorehkan kinerja positif pada tahun 2018," katanya.

Dia mengakui tantangan 2018 cukup berat, seperti IHSG yang mengalami tekanan, sebagai dampak perang dagang Amerika dan China. Namun kata Agus, pihaknya dapat menjalankan tugas baik dari sisi kepesertaan, pelayanan maupun pengelolaan dana.

Berdasarkan hasil audit terhadap Laporan Keuangan Tahun 2018 yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik Mirawati Sensi Idris, predikat yang diperoleh BPJSTK adalah WTP.

Selain itu, terdapat 14 penghargaan lainnya diraih oleh BPJS Ketenagakerjaan dari berbagai lembaga.  Salah satunya adalah penghargaan di bidang Sustainability Report tahun 2018 yang dianugerahkan oleh National Center of Sustainability Reporting (NCSR) tahun 2018. (asa/asa)