Perang Dagang, AS Hapus Keringanan Tarif Impor untuk India

CNN Indonesia | Minggu, 02/06/2019 12:25 WIB
Perang Dagang, AS Hapus Keringanan Tarif Impor untuk India Presiden AS Donald Trump. (AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintahan Trump mengakhiri perlakuan perdagangan khusus untuk India, menghapus pembebasan miliaran dolar produk asal negara tersebut dari tarif impor Amerika-Serikat.

"Saya telah menentukan bahwa India belum meyakinkan AS bahwa India akan memberikan akses yang adil dan masuk akal ke pasarnya," kata Presiden Donald Trump, seperti dikutip dari CNN, Minggu (2/6).

Pada 5 Juni, India akan diberhentikan dari penunjukannya sebagai negara berkembang penerima manfaat kelonggaran tarif AS. Langkah ini menambah satu lagi permasalahan dalam perang dagang yang dipicu AS.


Trump sebelumnya juga mengenakan tarif kepada Meksiko lantaran negara tersebut tak juga mengambil tindakan tegas terkait imigran ilegal. Ia juga menjanjikan pungutan baru terhadap China di tengah kebuntuan dalam negosiasi atas kesepakatan perdagangan baru, dan sedang mempertimbangkan larangan impor mobil asing.


India akan dikeluarkan dari program perdagangan preferensial, yang dikenal sebagai Generalized System of Preferences, yang memberi negara-negara berkembang akses yang lebih mudah ke pasar AS dan menurunkan bea masuk AS untuk ekspor mereka. Gedung Putih juga menghapus Turki dari program GSP.

Tarif akan berlaku untuk mesin cuci dan panel surya dari India.

Pengumuman AS itu dikeluarkan dua hari setelah Narendra Modi dari India dilantik untuk masa jabatan kedua berturut-turut sebagai perdana menteri.

Dalam sebuah pernyataan Sabtu, pemerintah India mengatakan "sangat disayangkan" bahwa AS tidak menerima tawaran resolusi India.


"Dalam hubungan apa pun, khususnya di bidang ikatan ekonomi, ada masalah yang sedang berlangsung yang saling diselesaikan dari waktu ke waktu. Kami memandang masalah ini sebagai bagian dari proses reguler ini dan akan terus membangun ikatan kuat kami dengan AS, baik ekonomi maupun antar pribadi," jelas pernyataan tersebut.

Ketegangan antara kedua negara meningkat dalam beberapa tahun terakhir karena perdagangan.

Trump berulang kali mengecam bea masuk India atas barang-barang AS, termasuk sepeda motor. Dalam sepucuk surat kepada Kongres pada Maret lalu, Trump mengisyaratkan niatnya untuk mengeluarkan India dari GSP dan menuduh negara itu secara tidak adil menutup bisnis Amerika.

India adalah salah satu dari beberapa negara yang terkena dampak tarif baja dan aluminium AS tahun lalu. Pemerintah India mengumumkan akan mengenakan tarif pada barang-barang AS senilai U$ 240 juta, tetapi menunda pemberlakuannya beberapa kali.
[Gambas:Video CNN] (agi/agi)