Bank Sentral Australia Pangkas Suku Bunga 25 Bps

CNN Indonesia | Selasa, 04/06/2019 14:49 WIB
Bank Sentral Australia Pangkas Suku Bunga 25 Bps Ilustrasi. (REUTERS/David Gray).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) memangkas tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 1,25 persen pada Selasa (4/6), waktu setempat.

Kebijakan ini pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir. Perubahan tersebut membuat suku bunga acuan RBA menyentuh tingkat terendah dalam sejarah ekonomi Australia pada 28 tahun terakhir.

Gubernur RBA Philip Lowe mengatakan keputusan ini diambil sebagai respons atas perlambatan ekonomi global yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, prospek perlambatan ekonomi global sebenarnya cukup masuk akal.

Hanya saja, risiko penurunan ekonomi terus terjadi akibat perselisihan perdagangan terus meningkat. Hal tersebut akhirnya mulai mempengaruhi berbagai indikator ekonomi Negeri Kangguru.


Misalnya, ketika China mulai menahan impor bijih besi, batu bara, dan deposit mineral yang cukup besar dari Australia dalam dua dekade terakhir. Hal tersebut secara perlahan membuat tingkat pengangguran meningkat, upah menurun, hingga penurunan permintaan perumahan, serta inflasi di bawah target.

"Dewan mengambil keputusan ini untuk mendukung pertumbuhan lapangan kerja dan memberikan keyakinan yang lebih besar bahwa inflasi akan konsisten dengan target jangka menengah," ucapnya, seperti dikutip dari AFP, Selasa (4/6).

Lebih lanjut, Lowe mengatakan kebijakan moneter ke depan akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi ekonomi. Tujuannya, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Australia yang berkelanjutan.

Di sisi lain, Lowe turut membagi pandangan bahwa tingkat suku bunga acuan RBA pada jangka panjang mungkin akan menimbulkan dampak bagi stabilitas keuangan. Misalnya, bisa meningkatkan aset berisiko dari bank dan perusahaan.


Namun demikian, ia memastikan bank sentral telah berkomunikasi dengan bank umum untuk meningkatkan likuiditas. Misalnya, dengan kebijakan pelonggaran kualitatif dari bank sentral.

Sebelumnya, para analis sudah memproyeksi RBA akan memangkas tingkat suku bunga sebagai respons atas perlambatan ekonomi. Bahkan, analis memperkirakan tingkat suku bunga bisa mencapai di bawah satu persen atau 100 bps. Tapi, RBA hanya memangkas sebanyak 25 bps.

Tingkat suku bunga acuan RBA pernah mencapai tingkat tertingginya sebesar 7,25 persen sebelum krisis keuangan global menyerang sekitar 10 tahun lalu. Namun, setelah itu, RBA terus menurunkan tingkat bunga acuannya.
[Gambas:Video CNN]
Ketika krisis keuangan sudah berlalu, RBA berusaha mengembalikan tingkat bunga acuan ke posisi normal sebelum krisis. Namun, hal itu tak pernah bisa dilakukan lantaran gejolak ekonomi global terus bermunculan.

Misalnya, perselisihan dagang antara Amerika Serikat dan China, pemulihan ekonomi global, hingga tantangan dari ekonomi Australia di dalam negeri.


(uli/bir)