Saham Fiat Chrysler dan Renault Anjlok Usai Batal Merger

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Kamis, 06/06/2019 18:42 WIB
Saham Fiat Chrysler dan Renault Anjlok Usai Batal Merger Logo Renault. (Foto: REUTERS/Stephane Mahe)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saham grup otomotif asal Italia, Fiat Chrysler Automobiles (FCA), dan Renault dari Prancis turun cukup tajam pada awal perdagangan hari ini, Kamis (6/6). Penurunan itu disebabkan kabar batalnya kesepakatan merger keduanya yang bernilai US$35 miliar.

Pada pembukaan perdagangan berdasarkan waktu Eropa, saham Fiat Chrysler di Milan turun 1,9 persen menjadi 11,48 euro. Sementara saham Renault merosot hingga 7,1 persen menjadi 52,22 euro.

Kinerja saham kedua perusahaan langsung 'terjun payung' ketika Fiat Chrysler, pemilik merek Jeep, Fiat, Chrysler, dan Alfa Romeo mengumumkan pembatalan proposal merger dengan Renault. Proposal dengan pendekatan '50:50' itu sudah dipublikasikan pekan lalu dan ditanggapi serius Renault.


Menteri Keuangan Perancis Bruno Le Maire mengatakan pemerintah selaku pemegang 15 persen saham Renault tidak bisa meneruskan rencana merger karena tidak ada dukungan dari Nissan, aliansi Renault sejak 1999.

"Kesepakatan telah dicapai pada tiga dari empat kondisi. Yang masih harus diperoleh adalah dukungan eksplisit dari Nissan," ungkap Le Maire, dikutip dari Reuters, Kamis (6/6).

Kendati begitu, Menteri Anggaran Perancis Gerald Darmanin berharap kemungkinan kesepakatan merger antara kedua perusahaan tidak benar-benar tertutup. Sebab, menurutnya, pemerintah Perancis tetap ingin memeriksa kembali proposal rencana merger dari Fiat Chrysler.

Sayangnya, Fiat Chrysler telah memutuskan mengakhiri perundingan merger dengan Renault. Pembatalan itu menambah daftar ketegangan antara Renault dengan Nissan.

Ketegangan keduanya muncul akibat penangkapan bos aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, Carlos Ghosn. Ghosn diduga melakukan pemalsuan laporan gaji dan penggunaan uang perusahaan untuk tujuan pribadi.

Di sisi lain, batalnya rencana merger Fiat Chrysler dan Renault memberi dampak negatif bagi iklim investasi di Perancis.

Bahkan, beberapa analis mengkhawatirkan akan memicu ketegangan politik antara Perancis dan Italia. Sebab, pemilik perusahaan di Perancis dianggap kerap membatasi peluang investasi strategis yang datang.

Sebelumnya, rencana merger Fiat Chrysler dan Renault sempat mendapat tanggapan positif dari pasar. Pasalnya, bila kesepakatan itu jadi diimplementasikan, merger keduanya akan menciptakan perusahaan pembuat mobil terbesar ketiga di dunia, setelah Toyota di Jepang dan Volkswagen di Jerman.

Lebih lanjut, bila merger itu terjadi, nilai kerja sama itu akan mencapai US$5,6 miliar. Fiat Chrysler nantinya akan mendapatkan akses teknologi penggerak listrik yang merupakan keunggulan Renault. Sementara Renault akan mendapatkan benefit dari Jeep dan RAM.

Fiat Chrysler sendiri sejatinya sudah lama mencari rekan kerja sama merger. Sebelumnya, Fiat Chrysler pernah menjajaki kerja sama dengan Group Peugeot, produsen mobil yang sebagian sahamnya juga dimiliki pemerintah Perancis. Namun, rencana itu juga gagal. (uli/fea)