IMF Desak G20 Ikut Selesaikan Perang Dagang

CNN Indonesia | Minggu, 09/06/2019 19:21 WIB
IMF Desak G20 Ikut Selesaikan Perang Dagang Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde meminta negara yang tergabung dalam G20 untuk menyelesaikan perang dagang yang berkecamuk antara AS dengan China. (ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde meminta negara yang tergabung dalam G20 untuk menyelesaikan perang dagang yang berkecamuk antara AS dengan China. Ia bahkan meminta kelompok negara maju tersebut untuk menjadikan masalah penyelesaian perang dagang sebagai prioritas.

Permintaan ia sampaikan karena perang dagang berpotensi memberikan risiko besar bagi pertumbuhan ekonomi global. 

"Ini akan menjadi cara terbaik bagi para pembuat kebijakan untuk memberikan lebih banyak kepastian dan kepercayaan kepada ekonomi mereka dan untuk membantu, bukan menghambat, pertumbuhan global," kata Lagarde seperti dikutip dari Reuters, Minggu (9/6). 

AS dengan China setahun belakangan ini terlibat dalam perang dagang sengit. Perang dagang dipicu oleh defisit neraca dagang AS dengan China.



Pada sepanjang 2017, neraca dagang AS dengan China tercatat mengalami defisit US$357,23 miliar atau sekitar Rp5.000 triliun lebih. Defisit tersebut membuat Presiden Trump marah.

Ia menuduh defisit terjadi akibat kecurangan dagang yang dilakukan China terhadap negaranya. Trump kemudian menabuh genderang perang dagang terhadap China.

Mulai pertengahan tahun lalu, Trump mengenakan tarif 10 persen atas impor produk China bernilai US$200 miliar. Tarif berlaku mulai 24 September 2018.

Tak mau kalah, China membalas serangan tersebut dengan memberlakukan tarif atas impor barang senilai US$60 miliar asal AS.

[Gambas:Video CNN]

AS dengan China pada awal 2019 sampai dengan 30 April berusaha mengatasi konflik tersebut dengan menggelar perundingan dagang. Tapi sayangnya sampai saat ini perundingan belum membuahkan hasil.

Trump menuduh, China memang tidak memiliki keinginan baik untuk mengakhiri perang dagang dengan negaranya. Atas dasar itulah, mulai awal Mei lalu pemerintahannya memutuskan untuk menaikkan tarif pada barang-barang China senilai US$200 miliar menjadi 25 persen pada hari ini, Jumat (10/5) lalu.

Pada Jumat (6/6) lalu, Trump bahkan mengeluarkan ancaman perang lagi dengan China. Ia berencana menghantam China dengan tarif tambahan pada produk senilai US$300 miliar asal negara tersebut.



(Reuters/agt)