Di kawasan Asia, rupiah menguat bersama ringgit Malaysia 0,06 persen. Sementara, mata uang lain justru terperosok di zona merah alias melemah dari dolar AS.
Yen Jepang melemah 0,31 persen, won Korea minus 0,22 persen, dolar Singapura minus 0,21 persen, dan baht Thailand minus 0,13 persen. Lalu, peso Filipina turut melemah 0,12 persen dan dolar Hong Kong minus 0,02 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan rupiah berhasil menguat karena faktor pembukaan pasar setelah libur panjang Lebaran 2019. Sementara, mata uang lain justru melemah karena mata uang Negeri Paman Sam berhasil membalikkan keadaan setelah melemah cukup dalam pada akhir pekan lalu.
[Gambas:Video CNN]
Dolar AS sempat melemah karena sentimen rilis laporan ketenagakerjaan AS (Nonfarm Payrolls/NFP) sebesar 75 ribu pekerja. Angka tersebut jauh di bawah ekspektasi pasar yang mencapai 185 ribu pekerja.
Sementara, untuk pergerakan mata uang Garuda hari ini, ia memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.165-14.245 per dolar AS. "Rupiah cenderung bergerak sideways hari ini," katanya. (uli/bir)