Italia Cegah Sanksi Disiplin dari Uni Eropa Gara-gara Utang

CNN Indonesia | Selasa, 11/06/2019 14:31 WIB
Italia Cegah Sanksi Disiplin dari Uni Eropa Gara-gara Utang Ilustrasi. (Istockphoto/darkojow)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para pemimpin koalisi Italia sepakat perlu mencegah tindakan disiplin dari Uni Eropa atas memburuknya keuangan pemerintahan Roma. Komisi Uni Eropa sebelumnya mengancam bakal menerapkan prosedur disiplin terhadap Italia atas utang negara tersebut yang terus meningkat.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengatakan ia dan dua wakilnya rencananya bakal bertemu dengan Menteri Ekonomi Giovanni Tria dan para stafnya. Pertemuan tersebut dilakukan untuk menyusun strategi keuangan yang diadopsi dari diskusi dengan Eropa.

"(Pertemuan) untuk menyusun strategi yang diadopsi dari diskusi dengan Uni Eropa untuk menghindari prosedur disiplin atas pelanggaran keuangan negara dan mengaku penganggaran bersama," ujar Conte dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Selasa (11/6).




Sementara Wakil Perdana Menteri Italia Luigi Di Maio mengatakan pertemuan koalisi telah berjalan dengan baik dan pemerintah akan bekerja untuk meningkatkan upah pekerja dan memotong pajak dalam anggaran berikutnya.

"Itu berjalan dengan baik karena kami telah menetapkan beberapa tujuan, memotong pajak, menyetujui undang-undang tentang upah minimum dan mendapatkan hasil yang baik untuk Italia," jelasnya. 
Dana Moneter Internasional (IMF) sebelumnya mengidentifikasi utang Italia sebagai risiko utama bagi ekonomi Uni Eropa, bersama dengan isu perang dagang dan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (British Exit/Brexit)

Komisi Eropa pun diharapkan untuk menekankan prosedur disiplin Uni Eropa terhadap Italia atas utangnya yang semakin meningkat dan membuka kemungkinan untuk memperketat pemantauan keuangan dan pemberian sanksi keuangan bagi Italia.

[Gambas:Video CNN]

Sumber itu juga menyebut laporan tahunan IMF tentang zona euro akan dipresentasikan oleh direktur pengelola dana Christine Lagarde pada pertemuan para menteri keuangan zona euro pada 13 Juni. Masalah utama telah dibahas dengan perwakilan zona euro minggu ini.

IMF memperkirakan pertumbuhan zona euro akan meningkat akhir tahun ini, tetapi meramalkan risiko utama yang dapat terwujud pada September-Oktober. Risiko tersebut dapat menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang rendah dan inflasi yang berkepanjangan.

Lembaga multilateral tersebut melihat risiko tinggi dari negara-negara zona euro dengan utang tinggi tanpa cadangan yang memadai. Italia dianggap sebagai kasus paling berisiko, karena IMF menganggap bahwa kebijakan pengeluaran Italia yang bebas dari pemerintah Eropa merupakan potensi "pelanggaran besar" aturan fiskal zona tersebut. (Reuters/agi)