Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan evaluasi tarif hanya dilakukan berdasarkan usulan para pemangku kepentingan (stakeholder), dalam hal ini aplikator, pengemudi, dan asosiasi usaha.
"Ojol tidak ada tiket (tarif) yang menurun, kalau tiket ada evaluasi itu karena ada usulan dari mereka (stakeholder ojol), tidak ada kami melakukan. Saya klarifikasi tidak ada kami menurunkan tarif ojol," katanya di Kompleks DPR, Rabu (12/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi setelah kemarin kami lakukan uji coba kami akan berlakukan dulu selama tiga bulan. Jadi jangan mengatakan akan diturunkan, tidak kami," katanya.
"Jarak pendek memang di dalam survei di kota lain sesuai, tapi untuk Jakarta perlu dilakukan pembenahan. Tapi kami belum ada niat menjalankan semuanya," tuturnya.
Padahal pada Senin (10/6) lalu, Budi Setiyadi mengatakan rencana penurunan tarif jarak pendek ojol ini akan dilakukan sebagai respons pemerintah atas keluhan masyarakat.
Budi menuturkan tarif jarak pendek ojol saat ini sebesar Rp7.000-Rp10 ribu. Tarif itu berlaku untuk perjalanan maksimal 4 kilometer (km). Budi memastikan penurunan tarif jarak dekat tak akan lebih dari Rp1.000. Dengan demikian, tarif termurah ojol tak akan jauh berbeda dari tarif sebelumnya.
Pada Rabu (12/6) pagi, Budi Karya juga mengklaim rencana penurunan flag fall ojol sudah dirundingkan dengan seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk asosiasi pengemudi dan aplikator ojol.
"Transportasi ojol kan dinamis. Apa yang kami terapkan itu usulan dari pengemudi dan semua stakeholders juga. Jadi kami lakukan riset dan diskusi sebelum menerapkan kebijakan, termasuk rencana penurunan tarif ini," kata Budi usai diskusi publik yang digagas Core Economic Forum soal konektivitas perhubungan di Jakarta.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/lav)