Sementara, sejumlah mata uang Asia justru berhasil memanfaatkan sentimen untuk berada di zona hijau alias menguat dari dolar AS. Dolar Singapura menguat 0,02 persen, dolar Hong Kong 0,03 persen, dan baht Thailand 0,05 persen.
Namun, beberapa mata uang lainnya justru tertahan di zona merah, seperti won Korea Selatan yang melemah 0,17 persen, ringgit Malaysia minus 0,12 persen, yen Jepang minus 0,01 persen, dan peso Filipina minus 0,01 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analis Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp14.200-14.305 per dolar AS dengan kecenderungan menguat pada hari ini. Sebab, rilis data inflasi AS hanya sebesar 0,1 persen pada bulan lalu.
Angka inflasi itu sejatinya sesuai dengan ekspektasi pasar, namun mengonfirmasi ada perlambatan dari bulan sebelumnya sebesar 0,3 persen. "Perlambatan ini semakin memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed," ungkap Dini kepada CNNIndonesia.com, Kamis (13/6).
Sementara sentimen dari dalam negeri sudah mulai habis. Dini mengatakan kemungkinan sentimen baru akan muncul pada pekan depan jelang pengumuman tingkat suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI).
"Meski kelihatannya belum waktunya BI menurunkan suku bunga karena menunggu The Fed lebih aman," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (uli/agt)