RI Sampaikan Komitmen Energi dan Lingkungan Hidup dalam G20

CNN Indonesia | Sabtu, 15/06/2019 20:45 WIB
RI Sampaikan Komitmen Energi dan Lingkungan Hidup dalam G20 Pemerintah Indonesia menyampaikan komitmen terkait transisi energi dan perlindungan lingkungan dalam KTT G20 Tingkat Menteri di Osaka, Jepang. (Dok. Kementerian Perhubungan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Indonesia menyampaikan komitmen terkait transisi energi dan perlindungan lingkungan hidup dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Tingkat Menteri di Osaka, Jepang.

Dalam pertemuan tingkat menteri di G20 Sabtu (15/6), Indonesia diwakili oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan serta Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya. Pertemuan yang bertempat di Kota Karuizawa itu membahas transisi energi yang selaras dengan perlindungan lingkungan.

Rencananya, pertemuan tingkat menteri tersebut akan menyepakati komitmen energi G20 dalam dokumen lengkap 'Ministerial Communique' yang dibahas pada Energy Transitions Working Group (ETWG).


"Pada kesempatan kali ini, Indonesia berupaya melakukan berbagai upaya dan respon strategis," kata Menteri Jonan dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (15/6).


Dalam pertemuan ini, Jepang mengangkat tema utama transisi energi yang selaras dengan perlindungan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi dalam '3E+S' yang merupakan akronim dari Energy Security, Economic Efficiency, and Environment (3E) and Safety (S) atau keamanan energi, efisiensi ekonomi, dan lingkungan serta keamanan. Tema ini sekaligus mengintegrasikan isu perubahan iklim.

Di samping itu, Jepang juga memprioritaskan agenda inovasi dan permasalahan energi meliputi hidrogen, Carbon Capture Storage and Utilization (CCUS), well to wheel analysis, nuklir, dan Research and Development 20 (RD20).

Sekretariat G20 Jepang pun mengakomodasi sejumlah isu dalam rancangan ketiga komunike (Third Draft Communique). Pertama, memasukkan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 sebagai referensi utama komunike, dengan mengakui implementasi transisi energi yang beragam sesuai SDGs.

Kedua, memasukkan biofuel sebagai salah satu inovasi energi dan bioenergi sebagai bagian dari energi terbarukan dan transisi energi di dunia, pada beragam penggunaan terutama pembangkit listrik dan transportasi.


Ketiga, memasukkan aspek keterjangkauan pada efisiensi energi dan power system, serta mengangkat akses kebersihan dan keterjangkauan energi sebagai bagian tersendiri.

Keempat, menekankan pentingnya memahami situasi masing-masing negara dalam pengembangan CCUS dan mendorong kolaborasi internasional dalam pengembangan hidrogen yang relatif masih baru.

Kelima, memfokuskan well to wheel hanya untuk mengembangkan potensi efisiensi energi dan tidak digunakan untuk standarisasi perhitungan emisi CO2 kendaraan bermotor di setiap negara.

Keenam, menyederhanakan pembahasan nuklir dan mengakomodasi kepentingan negara non pemakai nuklir.


Selain pertemuan tingkat menteri, Jonan dijadwalkan melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan beberapa negara. Jonan rencananya akan melakukan pertemuan bilateral dengan Jepang guna menyaksikan penandatanganan Head of Agreement (HoA) Inpex Corporation untuk pengelolaan Blok Masela. (ulf/lav)