Bergerak 'Aneh', BEI Pantau Pergerakan Saham MNCN dan BMTR

CNN Indonesia | Rabu, 19/06/2019 12:37 WIB
Bergerak 'Aneh', BEI Pantau Pergerakan Saham MNCN dan BMTR Ilustrasi pergerakan saham. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan terus memantau pergerakan saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan PT Global Mediacom Tbk (BMTR). Pemantauan dilakukan usai kedua saham tersebut bergerak fluktuatif dalam perdagangan dua hari terakhir kemarin.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI IGD Nyoman Yetna Setia mengatakan pihaknya sudah meminta penjelasan kepada masing-masing manajemen mengenai kemungkinan adanya aksi korporasi yang dilakukan sehingga harga saham naik dan turun secara signifikan. Ia mengklaim sudah mendapatkan penjelasan cukup dari perusahaan soal kemungkinan tersebut.

"Pertama kan sudah ada rilis ya nah kemarin juga minta penjelasan terkait tindakan korporasi yang mempengaruhi pergerakan," papar Nyoman, Rabu (19/6).


Dalam rilis yang disampaikan manajemen kepada BEI, perusahaan memang menjelaskan tak ada agenda apapun yang mereka lakukan yang menyebabkan harga saham turun signifikan pada Senin (17/6) kemarin.


Harga saham Media Nusantara Citra dan Global Mediacom terpantau anjlok 25 persen pada perdagangan Senin lalu. Pelemahan tersebut membuat masing-masing saham bertengger di level Rp975 per saham dan 360 per saham.

Situasi membalik pada perdagangan Selasa (18/6) kemarin. Harga saham yang sempat anjlok dalam, berbalik menguat tajam. Namun, pergerakannya tetap terlihat fluktuatif karena kenaikannya cukup tinggi.

Saham Media Nusantara Citra ditutup menguat 15,9 persen ke level Rp1.130 per saham dan Global Mediacom 12,78 persen ke level Rp406 per saham. Kemudian, pada Rabu (19/6) pukul 11.11 WIB, harga saham bertahan di zona hijau.

[Gambas:Video CNN]

Bila dirinci, saham Media Nusantara Citra berada di level Rp1.175 per saham dengan penguatan 3,98 persen dan saham Global Mediacom naik 2,96 persen di level Rp418 per saham.

"Jadi masih kami cek (pergerakan sahamnya)," imbuh Nyoman.

Ia mengatakan pergerakan saham Media Nusantara Citra dan Global Mediacom belum masuk dalam kategori Unusual Market Activity (UMA) atau di luar kewajaran. BEI, kata Nyoman, memiliki ukuran-ukuran tertentu untuk menetapkan suatu saham masuk ke kategori tersebut.

"Kami ada periode-periode yang dilihat, setelah ada penurunan dan kenaikan kami minta penjelasan dan informasi diberikan di website BEI. Nah jika setelah itu masih ada naik dan turun hingga keluar batas akan keluar UMA," jelas Nyoman.


Setelah masuk kategori UMA, ia menyebut pihaknya akan memberhentikan sementara saham tersebut untuk menormalkan kembali pergerakannya. Lalu, BEI akan menelaah apakah manajemen perusahaan perlu melakukan paparan publik kepada investor guna menjelaskan pergerakan saham yang tak wajar tersebut.

"Sehingga nanti kalau seandainya Bursa melihat sudah cukup informasinya, nanti ketika sudah dibuka kembali (perdagangan sahamnya), teman-teman investor sudah menerima informasinya," pungkas Nyoman.
(aud/agt)