Bali United Targetkan Raup Pendapatan Rp159 Miliar Tahun Ini

CNN Indonesia | Senin, 17/06/2019 15:10 WIB
Bali United Targetkan Raup Pendapatan Rp159 Miliar Tahun Ini Ilustrasi Bali United. (Diolah dari ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) atau Bali United menargetkan pendapatan sebesar Rp159 miliar pada 2019. Ini artinya Bali United berharap pendapatannya naik lebih dari 30 persen dibandingkan dengan realisasi 2018 yang hanya sebesar Rp115,2 miliar.

Direktur Keuangan Bali Bintang Sejahtera Yohanes Ade Bunian mengatakan mayoritas pendapatan berasal dari sponsor. "Dari sponsor Rp96 miliar, realisasi pendapatan dari sponsor 2018 sebesar Rp70 miliar. Paling banyak masih dari sponsor," terang Yohanes, Senin (17/6).

Ia menyatakan perusahaan sebenarnya memiliki beberapa sumber pendapatan, seperti tiket, hak siar TV, sponsor, penjualan marchandise, penjualan makanan dan minuman melalui restoran, akademi, media, marketing agency, dan e-sports.


Sementara, perusahaan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp28 miliar pada 2019. Perusahaan akan menggunakan mayoritas dana hasil penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) untuk kebutuhan capex.


Yohanes mengatakan pihaknya akan mengucurkan dana sebesar Rp17,5 miliar untuk di induk usaha. Ia merinci perusahaan akan menggelontorkan dana untuk perbaikan stadion sebesar Rp4 miliar, perbaikan fasilitas pelatihan Rp2,7 miliar, sewa stadion Rp550 juta, pembelian bus Rp2 miliar, perbaikan toko Rp2 miliar, peralatan dan studio Rp3,8 miliar.

"Jadi untuk Bali Bintang Sejahtera nya Rp17,5 miliar dari Rp28 miliar itu, sisanya digunakan untuk anak usaha," ucap Yohanes.

Seperti diketahui, perusahaan memiliki beberapa anak usaha di antaranya, PT Bali Boga Sejahtera yang bergerak di bidang restoran, PT Kreasi Karya Bangsa di bidang olah raga, PT Radio Swara Bukti Bali Indah yang beroperasi di sektor radio, dan PT IOG Indonesia Sejahtera di bidang e-sports.

Perusahaan resmi mencatatkan sahamnya di BEI hari ini. Dari aksi korporasi IPO, Bali United meraup dana segar sebesar Rp350 miliar.

[Gambas:Video CNN]

Dalam prospektus perusahaan, manajemen menyebutkan akan menggunakan 19,1 persen dana IPO untuk menutupi kebutuhan belanja modal, sedangkan 20,4 persen untuk anak usaha, dan 60,5 persen untuk modal kerja perusahaan.

Sementara, Direktur Utama Bali Bintang Sejahtera Yabes Tanuri menambahkan bahwa manajemen berencana menambah beberapa cabang untuk usaha restorannya. Selain itu, ada potensi membangun bisnis waralaba (franchise).

"Jadi untuk spesifik ekspansi mungkin bisa tambah cabang atau masukin barang tertentu, kami bangun franchise. Itu masuknya buka cabang baru," pungkas Yabes.

(aud/agt)