Rupiah Gagah Rp14.190 per Dolar AS Usai BI Tahan Bunga Acuan

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Kamis, 20/06/2019 16:35 WIB
Rupiah Gagah Rp14.190 per Dolar AS Usai BI Tahan Bunga Acuan Ilustrasi rupiah. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada pada posisi Rp14.190 per dolar AS pada perdagangan Kamis (20/6) sore. Posisi tersebut menguat 0,56 persen dibandingkan sesi penutupan perdagangan Rabu (19/6).

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.236 per dolar AS atau menguat dibanding kemarin yakni Rp14.271 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah berada di kisaran Rp14.182 hingga Rp14.250 per dolar AS.

Sore hari ini, mata uang utama Asia mengalami penguatan terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong menguat 0,11 persen, rupee India menguat 0,19 persen, yen Jepang menguat 0,28 persen, dan dolar Singapura menguat 0,42 persen.


Sementara itu, ringgit Malaysia menguat 0,53 persen, peso Filipina menguat 0,7 persen, dan baht Thailand menguat 0,73 persen. Sementara itu, juara Asia dipegang oleh yuan China sebesar 0,75 persen dan won Korea Selatan sebesar 1,19 persen.


Penguatan juga terjadi mata uang negara maju. Dolar Australia menguat 0,5 persen, euro menguat 0,56 persen, dan poundsterling Inggris juga menguat 0,56 persen.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan pelaku pasar masih menyambut baik ucapan Gubernur The Fed Jerome Powell di dalam rapat komite pasar federal terbuka (FOMC).

Memang, The Fed pada dini hari tadi masih menahan suku bunga acuan Fed Rate sebesar 2,25 persen hingga 2,5 persen. Namun, ucapan Powell mengenai terbukanya peluang menurunkan suku bunga acuan di semester II setidaknya membuka harapan bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik lagi.


"Beberapa analis bahkan memperkirakan potensi pemangkasan akan terjadi dua kali, yakni pada Juli dan Oktober," ujar Ariston kepada CNNIndonesia.com, Kamis (20/6).

Kemudian, sentimen positif juga datang dari kelanjutan antara perang dagang AS dan China, di mana Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akan bertemu di pertemuan G-20 pekan depan.

"Kemudian, pembicaraan itu terkait negosiasi perdagangan bilateral kedua negara," imbuhnya.

[Gambas:Video CNN] (agt)