Tunggu Rapat FOMC, Rupiah Menguat ke Rp14.328 per Dolar AS

CNN Indonesia | Selasa, 18/06/2019 16:57 WIB
Tunggu Rapat FOMC, Rupiah Menguat ke Rp14.328 per Dolar AS Ilustrasi rupiah. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.328 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Selasa (18/6) sore. Dengan demikian, maka rupiah menguat 0,06 persen dibandingkan penutupan Senin (17/6) yakni Rp14.336 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.346 per dolar AS atau menguat dibanding kemarin yakni Rp14.334 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah bergerak dalam rentang Rp14.324 hingga Rp14.340 per dolar AS.

Sore hari ini, mata uang utama Asia cenderung menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan menguat 0,06 persen, yen Jepang menguat 0,2 persen, peso Filipina menguat 0,26 prsen, dan rupee India menguat 0,31 persen.


Sementara itu, dolar Singapura melemah 0,04 persen terhadap dolar AS, baht Thailand melemah 0,05 persen, dan ringgit Malaysia melemah 0,12 persen. Di sisi lain, yuan China dan dolar Hong Kong sama-sama tidak bergerak melawan dolar AS.


Sementara itu, mata uang negara maju cenderung melemah terhadap dolar AS, seperti euro sebesar 0,2 persen, dolar Australia sebesar 0,14 persen, dan poundsterling Inggris sebesar 0,08 persen.

Analis Asia Tradepoint Futures Deddy Yusuf Siregar mengatakan memang rupiah secara kasat mata terlihat menguat dibanding kemarin. Hanya saja menurut dia, sejatinya rupiah tengah memasuki area konsolidasi sejak pekan kemarin lantaran pelaku pasar masih menunggu (wait and see) pengumuman suku bunga Amerika Serikat (AS) dan Indonesia.

Menurut dia, sebelumnya pelaku pasar memprediksi The Fed berpeluang besar menurunkan suku bunga acuannya setelah data-data makroekonomi AS terus mengalami pelemahan. Namun, alih-alih menunggu penurunan suku bunga, pelaku pasar malah menunggu narasi ekonomi yang akan disampaikan Gubernur The Fed Jerome Powell.

"Jadi selama masa-masa menjelang FOMC, rupiah mungkin masih akan berada di masa konsolidasi, yakni Rp14.200 hingga Rp14.400 per dolar AS," ujar Deddy kepada CNNIndonesia.com, Selasa (18/6).

Sementara itu, pelaku pasar juga menunggu Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI untuk menentukan arah suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR). Meski memang, pelaku pasar sudah menebak bahwa otoritas moneter masih akan mematok suku bunga acuan di angka 6 persen pada bulan ini.

"Dalam beberapa saat ke depan, dua faktor ini yang menjadi sentimen pelaku pasar. Ditambah lagi sentimen eksternal seperti perang dagang AS dan China hingga masa depan Inggris setelah ditinggal Theresa May," jelas dia.

[Gambas:Video CNN] (glh/agt)