Diketahui, suku bunga acuan The Fed saat ini berada di posisi 2,25 persen-2,5 persen. Sementara itu, suku bunga acuan BI sebesar 6 persen.
Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menilai indeks dari segi teknikal juga sudah berada di area jenuh beli (overbought). Maklum, beberapa hari terakhir IHSG memang tampak menguat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalaupun menguat, kata dia, sifatnya akan terbatas. Ia memprediksi IHSG hari ini bergerak dalam rentang support 6.288-6.311 dan resistance 6.357-6.380.
"Minat pelaku pasar asing masih cukup besar ke pasar modal Indonesia, hari ini IHSG berpotensi menguat," ungkapnya melalui riset.
Namun, jika di tengah perdagangan IHSG bergerak melemah, William menganggapnya sebagai koreksi wajar. Dengan demikian, pelaku pasar tetap bisa memanfaatkan momentum itu untuk ambil posisi beli.
Lihat juga:BI Tahan Bunga Acuan, IHSG Meradang ke 6.335 |
"Mengingat dalam jangka panjang IHSG masih berada dalam pola tren kenaikan," terang William.
Hari ini, ia memprediksi IHSG berada dalam rentang support 6.257 dan resistance 6.488. William merekomendasikan sejumlah saham konstruksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP).
Pada perdagangan terakhir, IHSG hampir bergerak stagnan atau melemah tipis sebesar 0,05 persen atau 3,56 poin ke level 6.335. Padahal, transaksi beli pelaku pasar asing masih tinggi hingga mereka tercatat beli bersih (net buy) di all market sebesar Rp278,74 miliar.
Sebaliknya, pergerakan bursa saham Wall Street terpantau lebih baik tadi malam. Dow Jones berakhir di teritori positif dengan penguatan 0,94 persen, S&P500 0,95 persen, dan Nasdaq Composite 0,8 persen.