"Saya belum cek, saya harus cek dulu (soal status karyawan Giant)," Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri saat diminta keterangan terkait nasib karyawan Giant usai gerai ditutup, Senin (24/6).
Menanggapi kondisi bisnis ritel yang merosot dan mempengaruhi nasib tenaga kerja, Hanif berpendapat, perkembangan teknologi informasi yang masif memberi konsekuensi pada pengurangan kesempatan kerja di sejumlah sektor. Namun, lanjutnya, perkembangan teknologi mampu menciptakan kesempatan kerja baru di sektor lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) selalu terjadi tiap tahun. Namun, ia mengklaim pihaknya selalu memonitor kewajiban perusahaan terhadap karyawan usai PHK.
Dengan demikian, pada periode 2015 sampai dengan September 2018 korban PHK mencapai 74.804 orang.
"Kami selalu report (laporkan) PHK per tahun, berapa banyak yang ditangani dan berapa banyak yang tidak ditangani, pada awal tahun selalu ada laporan," katanya.
Dengan masih maraknya kasus PHK, ia menekankan pentingnya keterampilan bagi setiap karyawan. Keterampilan ini, lanjutnya, menjadi perlindungan diri bagi karyawan. Ketika terkena PHK ia bisa mencari pekerjaan di tempat lain dengan keterampilan yang dimilikinya.
"Kami sadar betul angkatan kerja Indonesia masih didominasi lulusan SD dan SMP. Kalau pendidikan rendah dan skill tidak ada, orang menghadapi PHK pasti juga berat," tuturnya.
Informasi yang diterima CNNIndonesia.com menyebutkan setidaknya enam gerai Giant dikabarkan akan tutup lapak hingga 28 Juli nanti. Keenam gerai itu meliputi, Giant Express Cinere Mall, Giant Express Mampang, Giant Express Pondok Timur, Giant Extra Jatimakmur, Giant Mitra 10 Cibubur, dan Giant Extra Wisma Asri.
Jelang penutupan ini, pihak Giant memberikan diskon mulai dari 5 persen hingga 50 persen.
[Gambas:Video CNN] (ulf/lav)