Menaker Belum Cek Nasib Karyawan Usai Giant Tutup

CNN Indonesia | Senin, 24/06/2019 13:10 WIB
Menaker Belum Cek Nasib Karyawan Usai Giant Tutup Ilustrasi aktivitas di Giant. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Ketenagakerjaan bakal memeriksa nasib karyawan gerai Giant. Jaringan ritel milik PT Hero Supermarket Tbk itu diketahui akan menutup sejumlah toko pada 28 Juli 2019 mendatang.

"Saya belum cek, saya harus cek dulu (soal status karyawan Giant)," Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri saat diminta keterangan terkait nasib karyawan Giant usai gerai ditutup, Senin (24/6).

Menanggapi kondisi bisnis ritel yang merosot dan mempengaruhi nasib tenaga kerja, Hanif berpendapat, perkembangan teknologi informasi yang masif memberi konsekuensi pada pengurangan kesempatan kerja di sejumlah sektor. Namun, lanjutnya, perkembangan teknologi mampu menciptakan kesempatan kerja baru di sektor lain.


"Antara yang hilang dan yang tumbuh itu akan selalu muncul. Yang penting adalah bagaimana kita bisa mempersiapkan skill (keterampilan) yang baik dari tenaga kerja di tengah perubahan seperti ini, karena kalau tidak tentu repot," katanya, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (24/6).


Ia menuturkan kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) selalu terjadi tiap tahun. Namun, ia mengklaim pihaknya selalu memonitor kewajiban perusahaan terhadap karyawan usai PHK.

Data Kemenaker menyebutkan karyawan yang terkena PHK tahun lalu sebanyak 3.362 orang (per September 2018). Jumlah itu tercatat turun dari 2017 sebanyak 9.822 orang. Sedangkan korban PHK pada 2016 sebanyak 12.777 orang dan sebanyak 48.843 orang di 2015.

Dengan demikian, pada periode 2015 sampai dengan September 2018 korban PHK mencapai 74.804 orang.

"Kami selalu report (laporkan) PHK per tahun, berapa banyak yang ditangani dan berapa banyak yang tidak ditangani, pada awal tahun selalu ada laporan," katanya.

Dengan masih maraknya kasus PHK, ia menekankan pentingnya keterampilan bagi setiap karyawan. Keterampilan ini, lanjutnya, menjadi perlindungan diri bagi karyawan. Ketika terkena PHK ia bisa mencari pekerjaan di tempat lain dengan keterampilan yang dimilikinya.


"Kami sadar betul angkatan kerja Indonesia masih didominasi lulusan SD dan SMP. Kalau pendidikan rendah dan skill tidak ada, orang menghadapi PHK pasti juga berat," tuturnya.

Informasi yang diterima CNNIndonesia.com menyebutkan setidaknya enam gerai Giant dikabarkan akan tutup lapak hingga 28 Juli nanti. Keenam gerai itu meliputi, Giant Express Cinere Mall, Giant Express Mampang, Giant Express Pondok Timur, Giant Extra Jatimakmur, Giant Mitra 10 Cibubur, dan Giant Extra Wisma Asri.

Jelang penutupan ini, pihak Giant memberikan diskon mulai dari 5 persen hingga 50 persen.

[Gambas:Video CNN] (ulf/lav)