Jokowi Minta Pengusaha Bikin Hotel di 10 Lokasi, Termasuk NTB

CNN Indonesia | Selasa, 25/06/2019 19:00 WIB
Jokowi Minta Pengusaha Bikin Hotel di 10 Lokasi, Termasuk NTB Bos Grup Djarum Robert Budi Hartono bersama Direktur Utama Sahid Jaya Hotel Hariyadi Sukamdani saat memenuhi undangan Presiden Jokowi, Selasa (25/6). (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang sejumlah pengusaha ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (25/6). Dalam pertemuan tersebut, Jokowi meminta agar para pengusaha membangun hotel di 10 lokasi baru, khususnya di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Para pengusaha yang hadir antara lain, CEO Mayapada Group Dato Sri Tahir, Direktur Utama PT Hotel Sahid Jaya International Tbk Hariyadi Sukamdani, Pemilik Djarum Group Robert Budi Hartono.

Kemudian Pemilik CT Corp Chairul Tanjung, Pemilik Rajawali Group Peter Sondakh, Pemilik Mulia Group Eka Tjandranegara, perwakilan dari Sinar Mas Group Muktar Widjaja dan Gandi Sulistyo, serta Pemilik MNC Group Hary Tanoesoedibjo.

"Presiden minta supaya para pengusaha hotel ini bisa membuka hotel di sepuluh lokasi baru, khususnya NTB," kata Tahir usai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (25/6).


Tahir menyatakan permintaan membangun hotel, khususnya di NTB, karena wilayah tersebut telah memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Di sana juga akan diselenggarakan gelaran balapan MotoGP pada 2021.

Namun demikian, Tahir memberi masukan agar pemerintah tak hanya fokus pada balapan motor dunia itu, tetapi juga mengembangkan pariwisata di NTB.

"Karena NTB sudah dipersiapkan infrastrukturnya, airport akan diperbesar. Jadi, bapak presiden meminta supaya partisipasi dari pengusaha hotel, untuk segera membuka hotelnya supaya ramai," imbuhnya.

Selain di NTB, kata Tahir, Jokowi juga meminta agar para pengusaha membangun hotel di kawasan Samosir di Sumatera Utara, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Candi Borobudur di Jawa Tengah.


Merespons permintaan Jokowi tersebut, Tahir mengklaim akan membangun hotel di 10 lokasi baru. Namun, sekadar memastikan ia mengaku sudah membangun hotel, antara lain di Bali, Surabaya, dan Batam.

"Saya harus ya, sudah amanat presiden harus jalani," tuturnya.

Sementara itu, Hariyadi Sukamdani, yang juga Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), menyatakan pertemuan dengan Jokowi tadi lebih spesifik membahas pembangunan di kawasan Mandalika, NTB.

Menurutnya, kawasan Mandalika masih kekurangan hotel, terlebih pada 2021 akan berlangsung gelaran MotoGP dan juga direncanakan menjadi tuan rumah balapan mobil F1.


"Kekurangan dari hotel, dia minta kita-kita dari pengusaha hotel dan properti untuk investasi di sana. Intinya itu sih," jelasnya.

Hariyadi mengatakan pembangunan di Mandalika harus terus didorong. Ia berharap pembangunan pariwisata di NTB, khususnya kawasan Mandalika bisa menarik banyak wisawatan, termasuk dengan menjadi tuan rumah MotoGP dan F1.

"Sebetulnya potensial juga dibikin untuk menarik lebih besar lagi wisatawan dari Australia, mungkin dari Jepang juga bisa ke sana," tuturnya.

Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar M Mansoer mengatakan Jokowi mempromosikan KEK Mandalika kepada para pengusaha yang hadir. Menurut Abdulbar, Jokowi mengimbau agar para pengusaha ikut berpartisipasi membangun Mandalika.
[Gambas:Video CNN]
"Jadi intinya presiden menyatakan, Mandalika is open for business, untuk pengusaha besar dalam negeri," ujarnya.

Abdulbar menyatakan bakal ada intensif bagi pengusaha yang membangun hotel di KEK Mandalika. Ia menyebut intensif yang didapat para pengusaha antara lain pajak penghasilan nol persen untuk investasi di atas sekian miliar hingga 80 tahun sewa tanah.

Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Mandalika diharapkan bisa mencapai 2 juta setahun pada lima tahun mendatang. Balapan MotoGP diharapkan bisa menambah jumlah wisatawan yang datang setiap tahunnya.

"Nanti akan ada 1.200 kamar dalam waktu dua tahun, jadi kami progresif lah," tandasnya.


(fra/bir)