Harga Ayam Jatuh, Kemendag Klaim Kelebihan Pasokan

CNN Indonesia | Rabu, 26/06/2019 14:24 WIB
Harga Ayam Jatuh, Kemendag Klaim Kelebihan Pasokan Ilustrasi ayam. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) menilai jatuhnya harga jual ayam hidup (live bird) di tingkat peternak dipicu oleh kelebihan pasokan (over supply).
Sekjen Kemendag Karyanto Suprih menuturkan produksi ayam di tingkat peternak melebihi permintaan konsumen, sehingga menekan harganya.

"Kalau harga naik, berarti supply (pasokan) kurang, dan demand (permintaan) banyak. Sebaliknya, mungkin ada over (kelebihan) produksi," katanya, Rabu (26/6).

Untuk meningkatkan harga, ia mengaku telah berkoordinasi dengan produsen ayam maupun pelaku usaha sektor hulu. Ia meminta mereka mengerem produksinya guna mengembalikan harga ayam hidup di tingkat petani.

Namun, ia belum bisa memastikan kapan harga ini bisa kembali normal. "Sekarang kami minta supaya supply (pasokan) jangan terlalu berlebihan di pasar, karena akan turun harga itu," paparnya.


Kemendag juga akan mengidentifikasi daerah-daerah yang mengalami kelebihan pasokan ayam hidup dan sebaliknya. Lalu, memetakan titik-titik yang mengalami kekurangan pasokan.

Harapannya, dari identifikasi tersebut dapat dilakukan distribusi merata, sehingga harganya pun bisa kembali normal. "Itu yang akan kami atur," ujarnya.

Selain itu, untuk meningkatkan penyerapan ayam potong ia mengaku akan bekerja sama dengan pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe (horeca) maupun ritel modern. Ia juga mengingatkan agar pengusaha tetap menjaga harga ayam potong di tingkat konsumen sesuai dengan harga acuan yang ditetapkan pemerintah dalam Permendag Nomor 96 Tahun 2018 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen, yakni Rp18 ribu per kg.

"Kami harus menjaga di tingkat konsumen dan produsen. Jadi, tidak boleh produksi lebih," katanya.


Sebelumnya, Sekjen Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) Sugeng Wahyudi mengungkapkan harga ayam hidup mencapai titik terendah, yakni Rp7.000 per kilogram (Kg).

Bahkan, di beberapa daerah harga penawaran menyentuh Rp5.500-Rp6.000 per kg. Kondisi ini membebani peternak lantaran harga ayam jauh di bawah Harga Pokok Produksi (HPP) di tingkat peternak yang mencapai Rp18.500 per ekor.

"Kondisi peternak rakyat dan peternak mandiri secara usaha sudah tidak sanggup menahan beban pemeliharaan," katanya dalam keterangan tertulis.
Sugeng mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki harga tersebut.
[Gambas:Video CNN]
Pemerintah Bingung

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku bingung mengenai harga ayam yang anjlok. Apalagi, Ramadan dan Lebaran baru saja usai, yang diperkirakan masih menahan harga ayam di level cukup tinggi.

"Saya belum cek seperti apa kejadiannya. Saya justru bingung kenapa segitu jauh bedanya di peternak dengan di pasar," imbuh dia.

Menurut dia, kejadian ini memang cukup anomali. Sekalipun ada penurunan usai hari raya, biasanya harga tidak akan turun terlalu jauh. "Tidak selalu (langsung turun)," jelasnya.


(ulf/bir)