Menko Darmin Tak Khawatir Perang Dagang Tekan Ekonomi RI

CNN Indonesia | Rabu, 26/06/2019 15:41 WIB
Menko Darmin Tak Khawatir Perang Dagang Tekan Ekonomi RI Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku tak khawatir dengan peningkatan pembatasan perdagangan yang terjadi akhir-akhir ini. Sekalipun perang dagang tersebut memberi bayang-bayang tekanan bagi perekonomian Indonesia.

Awal pekan ini, Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) mengeluarkan laporan pemantauan rutin terhadap perdagangan 20 negara ekonomi paling maju di dunia tersebut. Dalam laporan itu tercatat beberapa pembatasan perdagangan yang lebih signifikan sedang dipertimbangkan. Hal itu meningkatkan tantangan dan ketidakpastian ekonomi global.

Pada kurun waktu Oktober 2018 hingga 31 Mei 2019, setidaknya muncul 20 pembatasan perdagangan baru di dunia dengan nilai perdagangan sebesar US$335,9 miliar. Nilai itu meningkat paling tinggi, yakni mencapai 3,5 kali lipat dari periode 2012.


Kendati begitu, mantan gubernur Bank Indonesia (BI) itu rupanya tidak khawatir. Menurut Darmin, selama Indonesia tidak menjadi sasaran pembatasan perdagangan, maka dampak ke perekonomian masih bisa diminimalisasi.


Ia mencontohkan dampak perang dagang AS-China yang tak signifikan bagi perekonomian Indonesia.

"Ya memang namanya juga itu orang-orang perang, jadi mereka eskalasi (menambah pembatasan perdagangan) mulu. Tapi sudahlah, kami tidak ikut perang dagang, kenapa jadi pusing?" ungkap Darmin di kantornya, Rabu (26/6).

Menurut dia, saat ini pemerintah tengah fokus mendorong ekspor dan investasi yang merupakan jurus untuk memperkuat ekonomi dari dalam negeri. "Yang kami perlukan adalah bagaimana menarik orang agar datang investasi ke sini supaya dia tidak kena urusan perang dagang," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua WTO Roberto Azevedo mengatakan peningkatan pembatasan perdagangan terus meningkat dari waktu ke waktu. Padahal, pembatasan perdagangan akan menimbulkan sejumlah konsekuensi, di antaranya berupa peningkatan ketidakpastian, investasi yang lebih rendah, dan pertumbuhan perdagangan yang lebih lemah.


"Tren stabil yang kami lihat selama hampir satu dekade sejak krisis keuangan telah berganti dengan peningkatan tajam dalam ukuran dan skala pembatasan perdagangan selama setahun terakhir," ujarnya.

Kendati demikian, langkah pengurangan hambatan lebih besar dari jumlah hambatan terus disiapkan. Forum G20 juga disebut-sebut menerapkan 29 langkah lain untuk mengurangi hambatan perdagangan selama periode tersebut.

"Kalau terus-terusan begini kami pasti rugi," pungkasnya.

Dengan membagikan ayam gratis, Sugeng berharap pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian, menaruh perhatian terhadap kondisi peternak ayam di Indonesia yang merugi. Selain itu, pembagian ayam juga diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
[Gambas:Video CNN] (uli/agi)