Kuartal I 2019, Pertamina Klaim Cetak Laba Rp9,5 Triliun

CNN Indonesia | Kamis, 27/06/2019 18:58 WIB
Kuartal I 2019, Pertamina Klaim Cetak Laba Rp9,5 Triliun Ilustrasi Pertamina. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) mengklaim mencatat laba sebesar US$677 juta atau sekitar Rp9,5 triliun (dengan asumsi kurs Rp14 ribu per dolar AS) hingga kuartal I 2019.

Direktur Keuangan Pertamina Pahala Mansury menyebut perolehan kuartal I dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang lebih menguntungkan dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam hal ini, harga minyak stabil dan rupiah cenderung terapresiasi.

"Tahun lalu, di awal tahun, ada pergerakan ICP dan nilai valuta asing. Nilai rupiah terhadap dolar AS mengalami depresiasi yang sangat signifikan," ujarnya ditemui di Gedung DPR, Kamis (27/6).

Selain itu, lanjut Pahala, kinerja hulu dan hilir juga membaik. Tahun ini, perusahaan meningkatkan penggunaan minyak mentah yang berasal dari domestik, sehingga membantu mengurangi impor perusahaan.


"Yang juga kami lakukan adalah mengurangi impor produk Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya dalam hal ini yg mengalami penurunan (impor) adalah avtur dan solar," kata mantan direktur utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tersebut.

Namun, terkait kinerja kuartal II, Pahala memperkirakan realisasinya tidak akan sebaik kuartal I. Pasalnya, terjadi tren kenaikan harga ICP, khususnya pada April, Mei, Juni.

"Sebelumnya, kisaran rata-rata ICP di bawah US$60 per barel menjadi di kisaran US$67 - US$68 per barel," jelasnya.

Dengan capaian kuartal 1 2019, perusahaan belum merevisi target lama tahun ini yang dipatok mencapai US$1,5 miliar (Rp21 triliun) atau tumbuh sekitar 2 persen secara tahunan.
[Gambas:Video CNN]


(sfr/bir)