Pertamina-Saudi Aramco Lanjutkan Pengembangan Kilang Cilacap

CNN Indonesia | Selasa, 18/06/2019 11:42 WIB
Pertamina-Saudi Aramco Lanjutkan Pengembangan Kilang Cilacap Ilustrasi Kilang Cilacap. (Dok. Pertamina)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) dan perusahaan minyak pelat merah Saudi Aramco sepakat untuk melanjutkan kerja sama dalam menyiapkan pengembangan Kilang Cilacap.

Kesepakatan ini dicapai di sela-sela pertemuan G20 di Jepang yang dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Menteri Badan Usaha Milik (BUMN) Rini Soemarno, Menteri ESDM Arab Saudi merangkap Chairman Saudi Aramco Khalid Al-Falih, dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan kedua pihak sepakat untuk bersama-sama melibatkan penasihat keuangan (financial advisor) bereputasi tinggi dalam finalisasi valuasi dan skema kerja sama. Pelibatan dilakukan untuk menjamin kerja sama pengembangan Kilang Cilacap akan menguntungkan kedua belah pihak.


"Kami menyambut baik kesepakatan ini, semoga menjadi win-win solution yang dapat diterima oleh kedua belah pihak dan mempercepat dimulainya pengembangan Kilang Cilacap," ujar Fajriyah dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (18/6).


Dengan penandatangan kesepakatan ini, Joint Venture Development Agreement (JVDA) antara Pertamina dengan Saudi Aramco yang sedianya berakhir akhir Juni 2019, akan diperpanjang sampai akhir September 2019.

"Dengan demikian, valuasi dan skema kerja sama antara Pertamina dengan Aramco untuk kilang Cilacap harus selesai dalam 3 bulan ke depan," ujarnya.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah akan membentuk tim gabungan dari Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Pertamina. Dalam melaksanakan tugasnya, tim tersebut akan didampingi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) untuk memastikan seluruh proses yang dijalankan sesuai dengan aspek tata kelola pemerintahan yang baik (GCG) dan peraturan perundangan yang berlaku.

Sebagai informasi, pengembangan Kilang Cilacap merupakan bagian dari enam proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan New Grass Root Refinery (NGRR) untuk meningkatkan kapasitas produksi Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina, dari saat ini sekitar 1 juta barel per hari (bph) menjadi sekitar 2 juta bph. Keenam proyek tersebut adalah RDMP Cilacap, RDMP Balikpapan, RDMP Balongan, RDMP Dumai, NGRR Tuban dan NGRR Bontang.


Selain meningkatkan kapasitas kilang, kualitas produk yang dihasilkan pun akan lebih baik yaitu mencapai standar EURO V yang lebih ramah lingkungan. Perdana, Proyek Langit Biru Cilacap Luncurkan BBM Ramah Lingkungan.

Dalam keterangan terpisah, perseroan juga telah menyelesaikan Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC), yang mulai dioperasikan sejak Maret 2019. Dengan terselesaikannya proyek tersebut, Kilang Cilacap sejak Senin (17/6) kemarin telah memproduksi BBM yang lebih ramah lingkungan dengan standar EURO IV.

Produk perdana yang merupakan bahan pembuatan Pertamax RON 92 ini dihasilkan oleh unit Light Naphtha Hydrotreating (LNHT) dan Isomerization (LN-Isom).

"Produk yang dihasilkan PLBC telah menuju setara Euro 4, yang di mana produk tersebut merupakan BBM berkualitas yang ramah lingkungan, hal ini menjadi sebuah kebanggaan bagi perusahaan dan Indonesia pada umumnya," ujar Direktur Mega Proyek dan Petrokimia Ignatius Tallulembang dalam keterangannya.

[Gambas:Video CNN] (sfr/agt)