Menko Darmin Peringatkan Inflasi Bisa Tembus 4 Persen

CNN Indonesia | Senin, 01/07/2019 18:51 WIB
Menko Darmin Peringatkan Inflasi Bisa Tembus 4 Persen Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan tanpa upaya pengendalian harga pangan, inflasi bisa tembus 4 persen hingga akhir tahun nanti. Itu berarti, di atas target pemerintah, yakni 3,5 persen.

Menilik data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahun berjalan (year to date) hingga Juni 2019 mencapai 2,05 persen. Khusus Juni 2019, inflasi tercatat 0,55 persen.

"Kalau tidak bisa diturunkan, (inflasi 2019) bisa di atas 4 persen," ujarnya di Kantor Menko Perekonomian, Senin (1/7).

Lebih lanjut ia menuturkan komponen harga pangan bergejolak (volatile food) menjadi perhatian dengan inflasi bulanan mencapai 1,7 persen dan tahunan 4,91 persen.


Salah satu penyebabnya adalah faktor musim yang mempengaruhi hasil panen. "Musimnya enggak bagus," jelasnya.

Komponen inflasi inti pada Juni juga disebut agak tinggi, yaitu di level 0,38 persen secara bulanan dan 3,25 persen secara tahunan.

Sementara, komponen inflasi harga yang diatur pemerintah (administered price) tercatat deflasi minus 0,09 persen secara bulanan. Namun, secara tahunan, harga yang diatur pemerintah inflasi 1,89 persen.


Melihat hal itu, upaya pengendalian harga di sisa enam bulan terakhir akan lebih terfokus pada pengendalian harga bahan pangan.

"Memang, upaya pengendalian harus dilakukan sekarang-sekarang ini. Kalau (dilakukan) Oktober sudah terlambat," terang Darmin.

Kepala BPS Suhariyanto masih optimistis target inflasi pemerintah tahun ini bisa tercapai dengan upaya pengendalian, terutama pada inflasi akhir tahun. Terlebih, menurut dia, inflasi tahunan Juni 2019 yang sebesar 3,28 persen relatif masih wajar.
[Gambas:Video CNN]
"Inflasi tertinggi itu terjadi selalu di bulan puasa dan kalau kita bisa mengendalikan inflasi di Desember, saya yakin target inflasi tercapai," imbuhnya.

Suhariyanto berkaca pada pengalaman paruh pertama 2017 lalu, di mana inflasi tahun berjalan mencapai 2,38 persen. Di akhir 2017, inflasi sepanjang tahun tercatat 3,61 persen atau di bawah target pemerintah kala itu yang dipatok 4,3 persen.

Ia menjelaskan realisasi inflasi inti tahunan Juni 2019 yang sebesar 3,25 persen bisa dilihat sebagai indikator daya beli masyarakat yang masih baik.


(sfr/bir)