Komisioner KPPU Dinnie Melanie mengindikasikan rangkap jabatan ini mempengaruhi iklim persaingan usaha di industri penerbangan. Pasalnya, industri kini benar-benar hanya dikuasai oleh dua perusshaan saja, yakni Garuda Indonesia Group dan Lion Air Group.
Garuda Indonesia Group kini membawahi beberapa anak usaha, seperti Sriwijaya Air, dan Citilink Indonesia. Sebelumnya, perusahaan hanya mengatur bisnis Garuda itu sendiri dan Citilink Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pemanggilan Ari berlandaskan Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
"Kami panggil, ini prosesnya investigasi ya penyelidikan," jelasnya.
Diketahui, Garuda Indonesia melalui anak usahanya PT Citilink Indonesia mengambil alih pengelolaan finansial dan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air dengan skema kerja sama operasi pada November 2018 lalu.
Usai aksi korporasi ini, struktur komisaris di Sriwijaya Air pun berubah. Ari yang kini menjadi bos di Garuda Indonesia juga menduduki jabatan komisaris utama di Sriwijaya Air.
Ditemui usai pemanggilan oleh KPPU, Ari mengklaim rangkap jabatan tersebut sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Menurutnya, proses penentuannya sebagai komisaris utama di Sriwijaya Air tak melanggar aturan.
"Rangkap jabatan ini didasari atas kepentingan menyelamatkan aset negara dan posisi rangkap ini sudah sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku," tegas Ari.
Ia enggan menjelaskan proses dari pemeriksaan bersama KPPU yang berlangsung sejak 09.00 WIB padi tadi. Begitu juga dengan Kuasa Hukum Garuda Indonesia Arya Manurung yang menolak menyampaikan lebih detail pertanyaan apa saja yang dilontarkan oleh KPPU.
"Sesuai dengan keterangan Pak Ari saja," pungkas dia.
[Gambas:Video CNN] (aud/agi)