Berdasarkan data Kementerian ESDM, cadangan emas domestik tercatat sebesar 1.132 ton Au. Tahun lalu, produksi tambang emas Indonesia mencapai 40 ton Au.
"Untuk itu, perlu ada upaya eksplorasi untuk menemukan cadangan baru," ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Minerba) Bambang Gatot Ariyono di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin (8/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain emas, cadangan logam mineral yang diperkirakan akan habis dalam kurang dari tiga dekade ke depan adalah timah. Kementerian ESDM mencatat cadangan timah saat ini 1,5 juta ton Sn dengan produksi tambang timah tahun lalu sebesar 70 ribu ton Sn. Cadangan ini diperkirakan akan habis dalam 21 tahun ke depan.
1. Tembaga
Cadangan: 2,76 miliar ton
Produksi tambang 2018: 70 juta ton bijih dan 3 juta ton konsentrat
Umur cadangan berdasarkan produksi bijih: 39 tahun
2. Nikel
Cadangan: 3,57 miliar ton
Produksi tambang 2018: 17 juta ton bijih
Umur cadangan berdasarkan produksi bijih: 184 tahun
3. Besi
Cadangan: 3 miliar ton
Produksi tambang 2018: 3,9 juta ton bijih besi dan pasir besi, 3,1 juta ton konsentrat besi
Umur cadangan berdasarkan produksi bijih: 769 tahun
4. Bauksit
Cadangan: 2,4 miliar ton
Produksi tambang 2018: 3,8 juta washed bauxite
Umur cadangan berdasarkan produksi bijih: 422 tahun
5. Perak
Cadangan: 171.489 ton Ag
Produksi tambang 2018: 150 ton Ag
Umur cadangan berdasarkan produksi bijih: 1.143 tahun
[Gambas:Video CNN] (sfr/lav)