Deutsche Bank Bakal PHK 18.000 Karyawan

CNN Indonesia | Senin, 08/07/2019 19:01 WIB
Deutsche Bank Bakal PHK 18.000 Karyawan Ilustrasi Deutsche Bank. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Deutsche Bank akan mengambil langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 18.000 karyawan hingga 2022 nanti. Pemangkasan jumlah karyawan ditujukan untuk efisiensi biaya hingga US$6,7 miliar per tahun.

"Hari ini kami telah mengumumkan transformasi paling mendasar dalam beberapa dasawarsa terakhir dan memulai kembali Deutsche Bank," ujar Kepala Eksekutif Perusahaan Christian Sewing, seperti dilansir AFP, Senin (8/7).

Sewing tak merinci dimana saja langkah PHK akan ditempuh. Namun, ia mengisyaratkan bahwa pemangkasan karyawan akan banyak terjadi di negara asalnya di Jerman.

Diketahui, total pekerja Deutsche Bank mencapai 74 ribu karyawan. Dengan mem-PHK 18.000 karyawan, artinya perusahaan memangkas seperlima dari seluruh karyawannya.


Sebelum mengambil langkah PHK, petinggi perusahaan meminta manajemen untuk merestrukturisasi organisasinya. Hal itu dikarenakan kerugian perusahaan terus membengkak. Pada kuartal kedua tahun ini, perusahaan diperkirakan mencatat rugi hingga US$2,8 miliar.

Karena kinerjanya yang tak menguntungkan itu, perusahaan tidak akan membagikan dividen, baik tahun ini maupun tahun depan.

PHK yang akan ditempuh perusahaan disebut-sebut upaya terakhir Deutsche Bank menyelamatkan diri dari keterpurukan. Sebelumnya, perusahaan mengambil upaya mengalihkan fokus bisnisnya dari bersaing dengan perusahaan raksasa AS menjadi terbatas pada perusahaan-perusahaan Eropa.
[Gambas:Video CNN]
Selain industri perbankan, sektor keuangan lain yang juga terpuruk, yakni asuransi. Aviva, perusahaan asuransi asal Inggris juga berencana merumahkan 1.800 karyawannya. Pemangkasan akan dilakukan dalam tiga tahun ke depan.

Kebijakan ini sesuai dengan arahan bos baru perusahaan, Maurice Tulloch, yang ingin menempuh langkah efisiensi. Saat ini, tercatat seluruh karyawan perusahaan mencapai 30 ribu orang.

Tulloch menyebut perusahaan berupaya memotong biaya sebesar 300 juta poundsterling atau setara US$380 juta) per tahun pada 2022.


(AFP/bir)