Dua direktorat baru ini mulai beroperasi hari ini seiring pengangkatan Dasto Ledyanto sebagai Direktur Data dan Informasi Perpajakan dan Iwan Juniardi sebagai Direktur Teknologi Informasi dan Komunikasi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Sebelumnya, Dasto bertindak sebagai Direktur Teknologi Informasi Perpajakan dan Iwan sebagai Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meningkatnya ekonomi digital dan aktivitas e-commerce mengharuskan ada link data dari pelaku ekonomi secara langsung dan pengumpulan data yang baik sangat berpengaruh ke sistem analisis data nantinya," jelas Sri Mulyani, Senin (8/7).
Di negara lain, sambung dia, otoritas perpajakannya pun memiliki satu tim khusus yang mengatur teknologi informasi dan komunikasi perpajakan. Apalagi, mengatur sistem ini memang dibutuhkan waktu yang panjang. Kemenkeu sendiri berharap penyediaan core tax system selesai 2023 mendatang.
"Jadi kami ada dua kekuatan, sehingga tidak terpecah konsentrasinya. Satu tim mengurusi data, dan satu tim mengurusi sistemnya," kata Sri Mulyani.
[Gambas:Video CNN]
Menurut dia, pemerintah tak bisa terus berpangku tangan dalam mencari potensi penerimaan pajak. Apalagi, di era keterbukaan informasi, data merupakan "tambang" yang perlu digali lebih dalam. Terlebih, di dalam kerja sama perpajakan internasional, data dan sistem informasi adalah tulang punggung yang sangat penting.
"Jadi reformasi di DJP ini sangat penting di dalam mengelola perpajakan, yang kini sudah memasuki era baru dan modern," terang dia.
Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak penerimaan pajak sebesar Rp496,6 triliun hingga Mei lalu. Angka ini hanya meningkat 2,4 persen dibandingkan realisasi pada tahun lalu ,yakni Rp484,9 triliun. (glh/bir)