Lion Air Belum Siap Beri Tiket Murah di Program Happy Our

CNN Indonesia | Jumat, 12/07/2019 18:12 WIB
Lion Air Belum Siap Beri Tiket Murah di Program Happy Our Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Maskapai penerbangan berbiaya murah (LCC) Lion Air belum bisa menerapkan program diskon 50 persen dari Tarif Batas Atas (TBA) untuk harga tiket penerbangannya. Padahal, kebijakan tiket pesawat murah dijalankan pemerintah mulai Kamis (11/7) kemarin untuk penerbangan pukul 10.00 - 14.00, waktu bandara setempat.

"Terkait dengan pelaksanaan kebijakan (diskon) ini yang dimulai kemarin terus terang masih belum berjalan ideal di dalam pelaksanaannya," ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (12/7).

Berdasarkan informasi yang diterima Susiwijono, Lion Air masih memerlukan waktu untuk menyesuaikan sistem reservasi tiket. Akibatnya, harga jual tiketnya masih berlaku harga normal.


Susiwijono mengungkapkan Lion Air telah menjanjikan untuk menyesuaikan sistem reservasi secepatnya.


"Mereka minta kami. Janji ke kami, nanti hari Kamis depan mereka akan mulai menyesuaikan sistemnya dengan mengakomodasi kebijakan yang terbaru ini," ujarnya.

Lain halnya dengan Lion Air, Citilink telah menyesuaikan sistem reservasi tiketnya mulai Kamis (11/7) pukul 00.00. Maskapai anggota Group Garuda Indonesia ini sudah menerapkan kebijakan diskon tersebut untuk 34 penerbangan pada jam diskon kemarin.

Sebanyak 411 kursi penerbangan pada periode 'happy hour' diberikan tiket murah. 
Jumlah penerbangan yang menerima diskon lebih sedikit dari total 62 penerbangan yang berhak mendapatkan potongan harga.

Pasalnya, kursi penerbangan lain sudah habis. Susiwijono mengingatkan rata-rata pemesanan tiket sudah dilakukan sebulan sebelumnya.

[Gambas:Video CNN]

"Banyak sekali penerbangan yang sudah penuh. Terutama minggu ini kan minggu akhir liburan sekolah," ujarnya.

Susiwijono mengungkapkan Citilink menerapkan sistem 'siapa cepat dia dapat' (first comes first serves). Dengan sistem tersebut 30 persen kursi pertama pada penerbangan di jadwal yang ditentukan akan mendapatkan diskon.

Kode sub kelas tiket diskon Citilink adalah BCLN. Sama dengan layaknya tiket promo, tiket yang menerima diskon ini tidak bisa dikembalikan (no refund).

Selain itu, untuk mencegah penyalahgunaan program diskon, manajemen juga akan membuat kebijakan antisipasi. Salah satunya dengan menerapkan biaya yang lebih mahal untuk perubahan nama penumpang dibandingkan tiket normal.

[Gambas:Video CNN]

Dengan demikian, maskapai bisa mencegah pihak yang ingin membeli dalam jumlah banyak untuk dijual kembali.

Menurut Susiwijono, akan lebih menguntungkan bagi maskapai apabila segera menerapkan diskon tersebut. Pasalnya, beban diskon tidak hanya ditanggung oleh maskapai tetapi juga operator bandara, operator kenavigasian, dan penyedia avtur.

Pernyataan Susiwijono sesuai dengan pantauan CNNIndonesia.com Kamis (11/7) kemarin di mana baru Citilink saja yang patuh menerapkan diskon tersebut. Sementara itu, Lion Air masih belum mengubah harganya.

CNNIndonesia.com mengamati harga tiket dua maskapai baik di situs resmi maupun di agen perjalanan daring (Online Travel Agent/OTA). Hari Selasa 23 Juli, Kamis 25 Juli, dan Sabtu 27 Juli merupakan fokus pengamatan, mengingat happy hour berlaku pada hari-hari tersebut.


Penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Juanda Surabaya misalnya, Citilink sudah memberikan diskon 46,9 persen dari Rp1,16 juta menjadi Rp615.573 untuk penerbangan pukul 11:55 WIB dan 13:40 WIB. Dua diskon tersebut berlaku di situs resmi Citilink dan aplikasi OTA.

Sementara, penerbangan Lion Air dari Soekarno-Hatta menuju Juanda masih dibanderol Rp967.600 untuk kode penerbangan JT-694 yang berangkat pukul 11:20 WIB. Begitu pun dengan penerbangan JT-596 dengan jadwal 16:10 WIB, tarifnya pun masih di angka Rp711.300.

CNNIndonesia.com telah mencoba menghubungi manajemen Lion Air untuk memberikan tanggapan terkait belum disesuikannya sistem reservasinya. Namun, hingga berita ini diturunkan manajemen belum memberikan respons.


Evaluasi Kebijakan Dalam Sebulan

Lebih lanjut, Susiwijono menyatakan pemerintah akan mengevaluasi efektivitas kebijakan diskon ini bulan depan. Dalam evaluasi tersebut juga akan dibahas kemungkinan pemberian diskon bagi rute yang tidak berada pada periode 'happy hour'.

"Kami akan lihat apakah kebijakan ini efektif mendorong peningkatan industri penerbangan, jumlah penumpang dan sebagainya apakah memerlukan kebijakan yang lain," ujarnya. (sfr/agt)